Western Union Siapkan Pembayaran Stablecoin, Kiriman Uang Berpotensi Cair dalam Hitungan Jam
Western Union menunjuk sebuah perusahaan bernama Noah untuk menjalankan layanan pembayaran berbasis stablecoin yang direncanakan, langkah yang berpotensi memangkas waktu penyelesaian kiriman uang dari yang biasanya berhari-hari menjadi hitungan jam. Tetapi hal yang paling menentukan biaya bagi pelanggan—berapa ongkos transfernya—justru belum diumumkan.
Layanan ini disebut Receiver Redirect. Intinya, uang yang dikirim lewat jaringan agen Western Union bisa diterima bukan hanya dalam bentuk tunai biasa, melainkan sebagai token dolar digital bernama U.S. Dollar Payment Token (USDPT)—sejenis stablecoin yang nilainya dipatok ke dolar AS. Token ini diterbitkan oleh Anchorage Digital Bank dan berjalan di jaringan Solana.
Kenapa bisa lebih cepat? Kiriman uang antarnegara biasanya melewati rantai perbankan, dan tiap mata rantai butuh waktu untuk mencocokkan serta menyelesaikan catatan—itulah sebabnya dana bisa tertahan berhari-hari. Token digital bekerja berbeda: nilainya dikunci ke dolar dan bisa dipindahkan langsung ke penerima tanpa harus menunggu antrean penyelesaian bank satu per satu. Dalam skema ini, Noah bertugas menyiapkan dana di depan, mengubahnya menjadi USDPT, lalu mengirim token itu ke penerima. Noah juga menangani urusan perbendaharaan, perizinan, dan kepatuhan di tiap negara.
Rencananya layanan ini mencakup lebih dari 60 mata uang serta lebih dari 200 negara dan teritori. Namun belum ada tanggal peluncuran, dan belum disebut negara mana yang lebih dulu kebagian.
Di sinilah bagian yang perlu dibaca hati-hati. Western Union dan Noah memang berharap layanan ini menekan biaya, tetapi mereka belum membuka berapa ongkos yang ditanggung pelanggan, bagaimana kurs tukarnya, berapa batas nominal transfer, maupun cara konversi di tingkat lokal. Hal-hal itulah yang sebenarnya menentukan berapa yang dibayar pengirim dan berapa nilai yang akhirnya diterima. Janji "lebih cepat" saja tidak otomatis berarti "lebih murah".
Sebagai gambaran umum, biaya kirim uang global rata-rata berada di 6,36% pada kuartal ketiga 2025, sementara lewat penyedia bank rata-rata 14,99%—lebih dari dua kali lipat angka global. Namun ini hanya patokan kasar untuk membaca peta biaya, bukan perkiraan tarif layanan Western Union yang baru.
"Pelanggan makin menginginkan keleluasaan dalam cara mereka menerima, menyimpan, dan menggunakan uang," kata Malcolm Clarke, kepala aset digital global Western Union.
Yang pantas ditunggu adalah detail tarif dan tanggal mulai. Selama dua hal itu belum keluar, seberapa besar manfaat nyatanya bagi penerima uang masih sulit dinilai—kecepatan baru separuh cerita, biaya adalah separuh lainnya.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
