Warga Perak Kehilangan Sekitar $3,05 Juta Diduga Akibat Dompet Kripto Diretas
Seorang pria di negara bagian Perak, Malaysia, kehilangan aset kripto senilai sekitar $3,05 juta, atau kira-kira 12,47 juta ringgit, setelah menemukan adanya transfer yang tidak ia izinkan pada 9 Oktober. Kasus ini kini ditangani unit kripto dari Departemen Investigasi Kejahatan Komersial, yang sedang menelusuri ke mana dana itu berpindah dan siapa yang terlibat. Perkara diselidiki di bawah Pasal 420 KUHP Malaysia yang mengatur soal penipuan.
Satu hal yang menarik dari kasus seperti ini: dana yang dicuri justru meninggalkan jejak. Setiap perpindahan kripto dicatat di jaringan blockchain, sebuah buku besar terbuka yang bisa dibaca siapa saja. Karena itulah penyidik bisa mengikuti ke mana uang bergerak dari satu alamat ke alamat berikutnya. Masalahnya, catatan itu menunjukkan alamat, bukan nama. Jadi melihat ke mana dana lari jauh lebih mudah daripada memastikan siapa orang di balik alamat tersebut, apalagi kalau dana sudah dipecah atau dipindahkan berkali-kali.
Cara serangan belum diungkap pihak berwenang, jadi belum jelas apakah ini soal kunci akses yang bocor, perangkat yang disusupi, atau korban yang tertipu untuk menyerahkan aksesnya sendiri. Tanpa informasi itu, pelajaran yang bisa diambil bersifat umum: pada aset kripto, siapa yang memegang kunci akses praktis memegang asetnya, dan transaksi yang sudah terkirim sangat sulit dibatalkan. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil penelusuran dana oleh penyidik dan apakah metode serangannya nanti diumumkan.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
