Wall Street Putus Rentetan Melemah, Mata Tertuju ke Data Tenaga Kerja
Indeks Dow Jones dan S&P 500 akhirnya mengakhiri tiga hari berturut-turut pelemahan, tanda bahwa pembeli kembali masuk setelah beberapa sesi didominasi tekanan jual. Ketika sebuah rentetan penurunan terputus, artinya minat beli untuk sementara mengalahkan dorongan untuk melepas saham — belum tentu sebuah pembalikan arah, tapi cukup untuk menghentikan laju turun.
Satu hari hijau sendiri belum bisa disebut tren. Yang kini lebih menyita perhatian pelaku pasar adalah data ketenagakerjaan yang akan dirilis. Angka pekerjaan penting karena menjadi salah satu ukuran paling cepat untuk membaca kesehatan ekonomi: kalau penyerapan tenaga kerja kuat, itu bisa dibaca sebagai ekonomi yang masih panas; kalau melemah, sebaliknya. Dari situ pasar mencoba menebak ke mana arah kebijakan suku bunga akan condong — dan tebakan itulah yang sering menggerakkan harga saham naik atau turun begitu angkanya keluar. Karena belum terbit, arahnya masih terbuka ke dua sisi, dan reaksi pasar akan sangat bergantung pada seberapa jauh angka itu meleset dari perkiraan.
Di sisi lain, ada rancangan aturan baru yang mengincar celah pajak di dunia kripto. Logikanya sederhana: selama ini ada ruang yang membuat sebagian aktivitas kripto bisa lolos dari kewajiban pajak tertentu. Kalau celah itu ditutup, pemegang aset kripto berpotensi menanggung pajak yang lebih besar dari sebelumnya, dan hal itu bisa ikut memengaruhi cara orang membeli, menahan, atau menjual aset tersebut. Seberapa besar dampaknya baru akan jelas setelah isi aturannya final.
Intinya, pasar sedang berada di jeda — rentetan turun berhenti, tapi arah berikutnya belum ditentukan dan sangat bergantung pada data yang akan datang.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
