Wacana 'Cek Dividen' $5.000 Trump dan Spekulasi Reli Kripto yang Masih Jauh
Bitcoin bergerak turun tipis 1,60% dalam 24 jam terakhir ke sekitar $84.165, di tengah ramainya wacana bahwa gelombang uang tunai baru dari pemerintah AS bisa memancing reli kripto seperti pada 2021. Skenario itu menarik untuk dipahami, tapi inti ceritanya justru soal seberapa bersyarat dan seberapa jauh ke depan hal itu bisa terjadi.
Pemicunya adalah usulan Presiden Donald Trump bulan lalu soal "cek dividen" sebesar $5.000 untuk setiap warga dewasa AS, dengan syarat Partai Republik memenangkan pemilu sela November. Nilai programnya diperkirakan sekitar $1,2 triliun. Andrei Grachev, salah satu pendiri DWF Labs, menilai jika itu benar terjadi, besarnya kira-kira 1,5 kali lipat dari bantuan tunai era pandemi COVID-19 2020-2021 — yang dulu dibagikan dalam tiga putaran senilai $1.200, $600, dan $1.400. Menurutnya, sebagian dari uang itu kemungkinan akan mengalir ke kripto dan bisa mendorong reli mirip 2021.
Logikanya sederhana: saat pemerintah membagikan uang tunai ke rumah tangga, sebagian dana itu tidak hanya dipakai untuk belanja kebutuhan, tapi juga masuk ke berbagai aset, termasuk kripto. Kalau makin banyak uang mengejar aset yang pasokannya terbatas seperti Bitcoin, harganya cenderung ikut terdorong naik.
Namun ada sisi lain yang justru menjadi inti cerita. Analis makro Joe Consorti menyoroti sebuah perhitungan sederhana: pada 2020, cek bantuan $1.200 bisa membeli sekitar 0,18 Bitcoin ketika harganya sekitar $6.700; sedangkan cek $5.000 yang diusulkan sekarang hanya cukup untuk sekitar 0,06 Bitcoin pada harga mendekati $85.000. Artinya, meski nominal dolarnya jauh lebih besar, daya belinya dalam Bitcoin justru jauh lebih kecil. Ini menggambarkan bagaimana ketika uang dicetak makin banyak, nilai tiap dolar menyusut, sehingga aset yang pasokannya terbatas — Bitcoin, emas, tanah — cenderung lebih diburu sebagai penyimpan nilai. Argumen serupa disampaikan Anthony Pompliano, yang menyebut stimulus bisa mengerek inflasi dan jumlah uang beredar.
Meski begitu, semua ini masih jauh dari pasti. Usulan tersebut menggantung pada banyak syarat: pembayaran baru mungkin terjadi bila Republik mempertahankan kendali Kongres pada November, dan itu mendorong realisasinya lebih dari setahun ke depan. Pasar taruhan Polymarket bahkan baru memberi peluang sekitar 6% bahwa dividen itu resmi dibuat sebelum 31 Maret 2027. Kripto memang punya rekam jejak naik setelah pengumuman semacam ini — saat Trump melempar wacana "dividen tarif" $2.000 pada November, Bitcoin sempat naik 5% — tapi lonjakan sesaat berbeda dengan tren jangka panjang.
Yang juga perlu dicatat, bahkan Grachev yang optimistis pun memberi peringatan: kalau reli itu benar terjadi, menurutnya investor justru sebaiknya "mencairkan semuanya" sesudahnya, karena ia melihat krisis ekonomi sedang mendekat. Pesan itu menegaskan bahwa skenario kenaikan dan risiko besar bisa datang beruntun, bukan hal yang terpisah.
Untuk sekarang, semua ini masih berupa proyeksi, bukan kejadian. Yang layak dipantau adalah hasil pemilu sela, apakah usulan $5.000 benar-benar bergerak dari wacana menjadi kebijakan, serta ke mana arah inflasi dan jumlah uang beredar sesudahnya. Selama syarat-syarat itu belum jelas, arah harga tetap bergantung pada data dan bisa berubah dua arah — seperti terlihat dari Bitcoin yang hari ini justru melemah tipis meski wacananya sedang ramai.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
