Visa: 17% Volume Kartu Stablecoin Kini Datang dari Perusahaan | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Visa: 17% Volume Kartu Stablecoin Kini Datang dari Perusahaan

Visa melaporkan bahwa 17% dari volume kartu berbasis stablecoin miliknya sepanjang tahun fiskal 2026 (year-to-date) kini berasal dari program kartu bisnis dan komersial — bukan konsumen yang jajan pakai kripto, melainkan perusahaan yang mengurus kas, menyelesaikan tagihan lintas negara, dan membayar pemasok. Angka ini diumumkan pada 1 Oktober, dan di baliknya tersimpan satu sinyal yang lebih tenang tapi mungkin lebih awet daripada lonjakan belanja ritel biasa.

Kenapa porsi 17% ini layak diperhatikan? Karena pembayaran bisnis punya sifat yang berbeda dari belanja perorangan: nilainya lebih besar, frekuensinya lebih sering, dan lebih sulit ditinggalkan. Ketika sebuah perusahaan mulai mengalirkan arus kasnya lewat program kartu berbasis stablecoin, itu bukan transaksi sekali jalan — itu perubahan cara kerja. Dan perubahan cara kerja di level korporasi tidak gampang diputar balik. Maka ketika segmen bisnis sudah cukup besar untuk dilaporkan sebagai angka tersendiri, bobotnya lain dibanding sekadar ramainya belanja kripto ritel saat pasar sedang panas.

Yang perlu diluruskan: konsumen masih mendominasi. 17% porsi bisnis berarti 83% sisanya tetap datang dari sisi konsumen. Jadi bukan berarti perusahaan sudah mengambil alih. Tapi satu-dua tahun lalu, sisi bisnis ini masih sebatas teori — kartu stablecoin umumnya dijual sebagai cara pemegang kripto membelanjakan asetnya di kasir. Sekarang porsinya sudah bisa diukur.

## Kenapa perusahaan mulai memakainya

Untuk konsumen, alurnya sederhana: simpan saldo digital, belanjakan di merchant, jaringan kartu yang mengurus konversinya. Untuk bisnis, pemakaiannya lebih rumit sekaligus lebih menarik, berkisar pada tiga hal: penyelesaian pembayaran lintas negara, pengelolaan kas (treasury), dan pembayaran ke pemasok. Ketiganya adalah titik-titik macet yang selama ini belum tuntas dibereskan perbankan tradisional — rantai bank koresponden yang lambat, biaya tukar valuta, dan susahnya memindahkan uang antarnegara dengan cepat.

Mekanismenya bersifat hibrida. Program kartu berbasis stablecoin memungkinkan perusahaan memegang atau menerima mata uang digital, tapi tetap membelanjakannya lewat jaringan merchant global yang sudah ada. Artinya perusahaan tidak perlu merombak seluruh sistem pembayarannya atau memaksa setiap pemasok memakai dompet blockchain. Mereka duduk di persimpangan antara penyelesaian di jaringan digital dan infrastruktur kartu konvensional — tawaran yang praktis, dan tampaknya mulai diterima.

Faktor aturan ikut menentukan kecepatannya. Di Eropa, penerbit kartu bekerja di bawah kerangka MiCA, dan bursa menyesuaikan diri untuk mendukung lebih banyak jenis stablecoin. Kejelasan aturan semacam itu — meski rumit — memberi perusahaan kerangka yang bisa dipijak. Distribusi EURC dari Circle di jaringan Base adalah satu contoh di mana penyebaran stablecoin yang teregulasi bertemu dengan likuiditas blockchain secara sadar-kepatuhan.

## Lebih dari 160 program, dan masih bertambah

Angka 160-an program itu sendiri bercerita. Itu bukan lagi uji coba, melainkan jaringan. Visa menopang program sebanyak itu untuk pemakaian konsumen maupun bisnis, dan itu menempatkan kartu berbasis stablecoin pada kategori berbeda dari produk fintech eksperimental — ia mulai diperlakukan sebagai infrastruktur, sebagai "pipa ledeng" pembayaran, bukan sekadar spekulasi. Eksperimen lain di sekitarnya terus berjalan: uji coba Lloyds dan Visa yang memindahkan USDC senilai $750 ribu dalam waktu kurang dari satu jam, serta Toss Bank yang menguji jalur pengiriman uang berbasis Solana. Benang merahnya sama — lembaga keuangan mapan menjajaki blockchain untuk kasus uang sungguhan, dan pengiriman uang lintas negara terus muncul karena di situlah rasa sakitnya paling tajam.

Yang jujur harus dikatakan: ini masih tahap awal, dan gambarannya bisa berubah. Visa belum merinci apakah 17% itu terpusat pada segelintir program besar atau tersebar di banyak program kecil. Tidak ada rincian wilayah mana yang menggerakkan volume bisnis, atau stablecoin mana yang paling banyak dipakai di program komersial. Celah-celah itu penting untuk menilai seberapa tahan lama trennya. Yang bisa dipantau pembaca ke depan adalah apakah porsi bisnis ini terus naik di laporan berikutnya dan apakah Visa mulai membuka rinciannya — itu yang akan membedakan antara pergeseran struktural dan lonjakan sesaat.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.