Valuasi Murah Bikin Saham PCB Bancorp Kembali Dilirik
Saham PCB Bancorp sedang jadi bahan pembicaraan karena satu alasan sederhana: harganya terlihat murah dibanding kinerja perusahaannya. Rasio harga terhadap laba ke depan (forward P/E) ada di 9,42, sebuah angka yang tergolong rendah untuk sektor perbankan, dan itu yang membuat penilaian terhadap sahamnya condong positif meski dengan nada hati-hati.
Inti ceritanya begini. Angka P/E menunjukkan berapa rupiah yang dibayar investor untuk setiap satu rupiah laba perusahaan. Semakin rendah angkanya, semakin sedikit yang harus dibayar untuk laba yang sama, sehingga saham dianggap relatif murah. PCB Bancorp menarik justru karena laba yang mendukung angka itu sedang membaik, kualitas asetnya dinilai solid, dan rasio permodalannya kuat. Modal yang kuat penting bagi sebuah bank karena itulah bantalan yang menahan bank ketika ada kredit macet atau guncangan ekonomi.
Ada ukuran lain yang memperkuat kesan murah tadi, yaitu rasio PEG sebesar 0,66. PEG mengambil P/E lalu membaginya dengan perkiraan pertumbuhan laba. Angka di bawah satu biasanya dibaca sebagai pertanda harga saham belum sepenuhnya mengikuti potensi pertumbuhannya. Sebagai pemanis, ada pula imbal hasil dividen ke depan sekitar 3,13 persen, yaitu bagian laba yang dibagikan rutin ke pemegang saham, sehingga investor bisa mendapat sedikit aliran uang sambil menunggu.
Tapi gambaran ini tidak tanpa catatan, dan justru catatan itu yang membuat penilaiannya disebut hati-hati. Sekitar 69,4 persen portofolio kredit PCB Bancorp adalah kredit properti komersial, alias pinjaman untuk gedung perkantoran, ruko, dan properti usaha, dengan konsentrasi geografis yang besar di Los Angeles. Artinya nasib bank ini banyak bergantung pada satu jenis kredit di satu wilayah. Kalau pasar properti komersial di kawasan itu melemah atau para peminjam kesulitan membayar, dampaknya bisa terasa lebih tajam ketimbang bank yang kreditnya menyebar ke banyak sektor dan banyak daerah. Inilah yang disebut risiko konsentrasi.
Jadi yang perlu diawasi ke depan bukan sekadar seberapa murah sahamnya, melainkan bagaimana kredit properti komersial di Los Angeles berkembang dan apakah laba serta kualitas aset tetap terjaga. Selama fondasi itu bertahan, valuasi murah tadi tetap jadi daya tarik; kalau tekanan di sisi kredit properti membesar, cerita bisa berubah. Arahnya tetap bergantung pada data yang muncul dari waktu ke waktu.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
