Uni Eropa Tahan Diri: Hanya Perusahaan Kripto Terbesar yang Diawasi Langsung ESMA
Negara-negara anggota Uni Eropa sepakat memangkas sebuah rencana besar. Alih-alih menyerahkan semua perusahaan kripto berlisensi ke satu pengawas pusat, hanya perusahaan terbesar dengan aktivitas lintas negara yang signifikan yang nantinya akan diawasi langsung oleh ESMA, otoritas pasar keuangan Uni Eropa. Sisanya — mayoritas perusahaan — tetap berada di bawah regulator di negaranya masing-masing.
Untuk mengerti kenapa ini penting, bayangkan bedanya siapa yang memegang kendali. Selama ini, sejak aturan lisensi MiCA mulai berlaku, perusahaan kripto di Eropa diawasi oleh regulator di negaranya sendiri. Rencana awal Komisi Eropa dari Desember 2025 ingin menarik semua perusahaan berlisensi ke pengawasan terpusat di tingkat Uni Eropa — satu aturan main untuk 27 negara. Rencana itulah yang kini dibatalkan oleh Dewan Uni Eropa dan diganti dengan versi yang jauh lebih terbatas. Logika yang sama juga berlaku untuk bursa lintas negara, lembaga penyimpanan efek, dan lembaga kliring: yang dianggap besar pindah ke ESMA, yang kecil atau murni domestik tetap di tempatnya.
Di sinilah letak soal yang paling menggantung: batas 'besar' itu belum ada angkanya. Dewan baru menyebut bahwa ukuran yang 'signifikan' dan jangkauan lintas negara akan jadi penentu, tetapi angka pastinya — garis yang memisahkan apakah sebuah perusahaan masuk pengawasan ESMA atau tetap di regulator nasional — belum dipublikasikan. Padahal justru angka itulah detail terpenting bagi setiap perusahaan yang ingin tahu nasib pengawasannya. Akibatnya, banyak perusahaan yang beroperasi di beberapa pasar Eropa kini sekadar menunggu: arahnya sudah jelas, tetapi garis yang harus mereka lewati belum diketahui.
Bagi yang tidak wajib masuk pengawasan ESMA, ada jalur sukarela bernama status PEMO (Pan-European Market Operator). Status ini membolehkan satu operator bursa menjalankan beberapa bursa di Uni Eropa dengan satu lisensi yang diawasi ESMA — meringankan beban mengurus izin terpisah di tiap negara. Tapi ini bukan solusi serba-satu-pintu: broker tetap butuh izin tersendiri untuk menawarkan jasa investasi, bahkan ketika terhubung lewat bursa berlisensi PEMO.
Dewan juga memperluas ruang gerak DLT Pilot Regime, semacam 'kotak pasir' pengujian tempat perusahaan boleh mencoba perdagangan dan penyelesaian instrumen keuangan berbasis blockchain tanpa langsung dibebani aturan keuangan penuh. Pelonggaran ini membaca seperti sinyal bahwa Brussels ingin inovasi tetap jalan, sekalipun kerangka pengawasan besarnya masih diperdebatkan.
Kalaupun semuanya berjalan, perpindahan ke pengawasan ESMA direncanakan bertahap selama dua tahun, dengan regulator nasional dan pejabat Uni Eropa bekerja sama menangani peralihan. Dan yang perlu digarisbawahi: ini semua belum jadi hukum. Kesepakatan Dewan baru posisi awal. Teksnya masih harus difinalkan dan diadopsi resmi, lalu Parlemen Eropa menyusun posisinya sendiri, baru kemudian keduanya masuk negosiasi final. Prosesnya bisa makan waktu berbulan-bulan — dan angka batas yang paling ditunggu itu baru akan ditetapkan setelah proses ini selesai. Artinya, setiap kabar lanjutan soal angka ambang, hasil negosiasi Parlemen, atau jadwal adopsi bisa mengubah gambaran yang sekarang masih setengah jadi.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
