Transaksi Bisnis Jadi Mesin Baru Kartu Terkait Stablecoin Visa
Visa menyebut program bisnis dan komersial kini menyumbang sekitar 17% dari volume kartu yang terkait stablecoin, pada saat pertumbuhan pembayaran di seluruh programnya mendekati 200% dibanding setahun sebelumnya. Angkanya kecil kalau dilihat sendiri, tapi arahnya yang menarik: penggunanya mulai bergeser dari sekadar coba-coba ritel ke urusan dunia usaha.
Stablecoin adalah aset kripto yang nilainya dipatok mengikuti mata uang biasa, misalnya dolar, sehingga harganya relatif stabil dan bisa dipakai untuk membayar, bukan cuma untuk disimpan menunggu harga naik. Ketika aset seperti ini dihubungkan ke kartu, seseorang bisa memakai saldo stablecoin-nya untuk transaksi sehari-hari lewat jaringan pembayaran yang sudah ada. Yang membuat porsi 17% dari sisi bisnis itu penting adalah alasannya: perusahaan biasanya memakai alat pembayaran karena ada manfaat nyata, seperti mengirim dana lintas negara lebih cepat atau menekan biaya, bukan karena ikut tren. Jadi pemakaian oleh kalangan usaha cenderung lebih lengket dan berulang ketimbang lonjakan sesaat.
Pertumbuhan yang mendekati 200% memang terdengar besar, tapi wajar diingat bahwa angka setinggi itu biasanya muncul dari basis yang masih kecil, sehingga persentasenya mudah membengkak. Yang perlu diperhatikan ke depan bukan sekadar seberapa cepat naiknya, melainkan apakah volume ini bertahan dan apakah porsi dari sisi bisnis terus membesar. Kalau arah regulasi terhadap stablecoin berubah atau adopsi oleh korporasi melambat, gambaran ini bisa ikut bergeser. Untuk sekarang, datanya menunjukkan satu hal sederhana: stablecoin pelan-pelan dipakai untuk membayar, bukan cuma diperdagangkan.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
