Trafik Cointelegraph Anjlok Saat Minat Baca Berita Kripto Mengering
Trafik ke Cointelegraph, salah satu media kripto tertua, anjlok tajam: dari lebih dari 12 juta kunjungan bulanan pada Desember 2024 menjadi hanya sedikit di atas 700 ribu per 1 September. Penurunan sebesar itu bukan soal satu artikel yang gagal, melainkan cermin dari pasar kripto itu sendiri yang sedang lesu dan minim gejolak.
Logikanya sederhana dan berguna untuk dibaca ulang pada berita serupa nanti. Ketika harga aset kripto bergerak liar, orang berbondong-bondong mencari kabar: apa yang terjadi, kenapa, dan apa artinya buat posisi mereka. Minat itulah yang mengisi halaman-halaman media kripto. Sebaliknya, ketika pasar tenang berkepanjangan dan volatilitasnya rendah, dorongan untuk terus memeriksa berita ikut mengendur. Pembaca yang biasa datang karena rasa penasaran atau cemas tidak lagi punya alasan sekuat itu, dan trafik pun menyusut mengikuti suasana pasar.
Tekanan itu diperberat oleh sisi lain yang tak kalah penting bagi media daring: visibilitas di mesin pencari. Pada Oktober 2025 situs tersebut menghilang dari hasil pencarian, dan setelah itu trafik organiknya turun sekitar 80%. Bagi situs yang banyak mengandalkan pengunjung dari pencarian, kehilangan posisi di sana memangkas aliran pembaca baru secara langsung, terlepas dari kondisi pasar.
Sebagai gambaran skalanya, Cointelegraph berdiri sejak 2013 dan mempekerjakan lebih dari 200 orang, sementara waralaba Timur Tengah dan Afrika Utaranya diakuisisi Luna Media Corporation pada Juli 2022. Yang perlu diikuti ke depan adalah apakah pemulihan minat ini bergantung pada pasar yang kembali bergerak atau pada pulihnya posisi di mesin pencari — keduanya bisa berubah, dan arahnya belum pasti.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
