Tiga Penerbit Bela Stablecoin Dolar di Eropa Saat Aturan Kripto Ditinjau Ulang
Tiga penerbit aset digital — AllUnity, Stable Mint, dan SG-FORGE — tampil membela keberadaan stablecoin berbasis dolar di Eropa, tepat ketika Uni Eropa meninjau ulang aturan kriptonya dan Bank Sentral Eropa (ECB) menyuarakan kekhawatiran bahwa token semacam itu bisa memperkuat posisi dolar di panggung global. Inti argumen mereka satu: dolar digital mengisi kebutuhan nyata yang belum tentu bisa dipenuhi oleh token berbasis euro saja.
Untuk memahami perdebatan ini, ada baiknya tahu dulu apa yang sedang dibicarakan. Stablecoin adalah token digital yang nilainya dipatok ke sebuah mata uang — stablecoin dolar bergerak mengikuti dolar, satu token kira-kira setara satu dolar. Daya tariknya muncul karena sebagian besar perdagangan internasional dan transaksi valuta asing memang dihitung dalam dolar. Perusahaan yang harus membayar atau menerima dana lintas negara lebih sering butuh dolar, bukan euro. Di titik inilah para penerbit berargumen: token euro, sebagus apa pun, tidak otomatis menjawab kebutuhan pihak yang memang harus bertransaksi dalam dolar.
AllUnity, perusahaan asal Jerman, meluncurkan token dolarnya USDAU pada hari Rabu. Co-founder sekaligus CEO AllUnity, Alexander Höptner, menyebut token dolar melayani kebutuhan perdagangan internasional dan valuta asing yang tak selalu bisa dipenuhi stablecoin euro. Ia membingkai peluangnya sebagai upaya menghubungkan likuiditas dolar dengan bank dan dunia usaha Eropa — bukan sebagai pertarungan antara Amerika Serikat dan Eropa.
CEO Stable Mint, James Bennett, menilai permintaan terhadap stablecoin dolar mencerminkan kebutuhan praktis, dan berpendapat Eropa tetap bisa menentukan penerbit mana yang boleh melayani pengguna beserta aturan yang harus mereka patuhi. Sementara SG-FORGE, anak usaha aset digital milik grup perbankan Prancis Société Générale, menyatakan ingin menyediakan uang tunai digital dalam euro sekaligus dolar di dalam sistem yang beragam dan tetap diawasi regulator. Token dolarnya, USD CoinVertible (USDCV), yang diluncurkan pada 2025, disebut telah menarik minat untuk perdagangan, penyelesaian transaksi, pengelolaan jaminan, dan operasi treasuri.
Yang membuat perdebatan ini layak diikuti adalah ketegangan di baliknya. ECB justru khawatir bahwa stablecoin dolar yang populer akan menarik makin banyak aktivitas ke dalam dolar, dan dengan begitu memperkuat peran dolar secara global — sesuatu yang bersebrangan dengan kepentingan Eropa menjaga euro. Peninjauan kerangka aturan MiCA adalah panggung tempat tarik-menarik ini akan diputuskan.
Arahnya belum pasti dan sangat bergantung pada bagaimana peninjauan itu berakhir. Jika aturan baru memperketat ruang gerak penerbit dolar, posisi mereka di Eropa bisa menyempit; jika aturan justru memberi jalan dengan pengawasan, token dolar bisa makin melekat pada aktivitas bisnis Eropa. Sinyal yang perlu diperhatikan adalah hasil konkret dari revisi MiCA dan seberapa jauh alternatif berbasis euro mampu menarik minat yang sama. Sampai itu jelas, perdebatan antara kebutuhan praktis pasar dan kekhawatiran kebijakan masih akan berlanjut.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
