Teori 'Inside Job' Guncang Binance Jelang Laporan Cadangan Senin | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Teori 'Inside Job' Guncang Binance Jelang Laporan Cadangan Senin

Dugaan bahwa peretasan senilai $6,3 miliar di bursa kripto Binance sebenarnya adalah "pekerjaan orang dalam" menyebar cepat di media sosial dalam beberapa hari terakhir, tepat saat bursa itu memilih menahan hasil laporan cadangannya sampai Senin, 2 November. Di tengah ramai teori itu, harga Bitcoin bergerak tenang namun melemah tipis 0,85% ke $77.279, sementara Ether justru naik 0,48% ke $2.237.

Inti dari semua kecurigaan ini sebenarnya soal satu hal sederhana: urutan waktu. Binance dalam keterangan 30 Oktober menyebut sudah menutup sekitar 80% aset yang dicuri dan masih membeli kembali sisa 20%. Setelah itu barulah bursa berjanji mengambil potret awal bukti cadangannya, dengan hasil lengkap siap pada Senin.

Di sinilah para pengkritik mempertanyakan. Bukti cadangan, atau proof-of-reserves, pada dasarnya adalah cara sebuah bursa menunjukkan bahwa ia benar-benar memegang aset yang cukup untuk menutupi seluruh saldo nasabahnya. Masalahnya, kalau potret itu baru diambil setelah lubang ditambal lewat pembelian kembali, laporannya tak lagi memperlihatkan seberapa besar lubang itu sebelumnya. Ibarat menghitung isi dompet setelah uang yang hilang sudah diganti dulu dari kantong lain: angkanya terlihat pas, tapi tak menjelaskan apa yang sempat terjadi.

Sejumlah nama di kalangan trader menyuarakan keraguan itu secara terbuka. Ada yang menyebut peretasan ini "benar-benar pekerjaan orang dalam" dan heran bagaimana penyerang bisa mendapat otorisasi yang tepat dari sekian banyak kemungkinan. Ada pula yang menuduh bursa sengaja "merekayasa" peretasan untuk menutupi krisis likuiditas, dengan alasan satu laptop yang diretas mustahil menandatangani transaksi di sepuluh jaringan hanya dalam 20 menit, lalu membandingkannya dengan FTX sebelum ambruk. Trader lain menyatakan kepercayaannya pada Binance sudah habis.

Yang perlu ditegaskan: tidak satu pun tuduhan itu disertai bukti kuat. Hasil penelusuran justru mengarah ke penyerang dari luar. Firma intelijen blockchain TRM Labs mengaitkan pencurian ini dengan kelompok peretas Korea Utara, Tradertraitor, dan menyebut menyimpulkannya "dengan keyakinan tinggi". TRM menilai cerita phishing lewat laptop memang menjelaskan sisi Ethereum, tetapi meninggalkan jaringan-jaringan lain tanpa penjelasan. Dugaan mereka, penyerang menguasai sistem penandatanganan dompet aktif Binance yang bisa menandatangani di banyak rantai sekaligus. TRM juga menemukan persiapan sudah dimulai setidaknya 36 jam sebelumnya dan penyerang sempat melatih kodenya di dompet uji coba, sebelum sebagian besar dana mengalir keluar lewat sepuluh jaringan hanya dalam sekitar 20 menit.

Binance sendiri sudah bergerak melampaui teori laptop, menyebut menemukan titik bobol tambahan dan menegaskan "tidak ada bukti kunci privat dompet bocor". Co-CEO Richard Teng menyatakan hanya dompet aktif milik bursa yang terdampak dan dana nasabah aman. Meski begitu, keyakinan soal siapa pelakunya belum bulat; firma kepatuhan Elliptic menilai aktor terkait Korea Utara memang kemungkinan bertanggung jawab, tetapi belum ada pemerintah atau penegak hukum yang mengonfirmasi.

Ke depan, Senin lah ujian yang sebenarnya. Binance menyebut penarikan dana akan mulai dibuka bertahap dalam sekitar 34 jam, disusul laporan cadangan dan laporan teknis lengkap. Isi dari pengungkapan itulah yang akan menentukan apakah teori "orang dalam" surut atau malah makin membesar. Bagi pelaku pasar, yang layak dicermati bukan ramainya spekulasi, melainkan apakah angka-angka yang dirilis nanti benar-benar menjawab pertanyaan tentang seberapa besar lubang di awal, dan apakah penarikan dana berjalan lancar seperti dijanjikan. Selama itu belum jelas, arah sentimen masih sangat bergantung pada data yang keluar.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.