Tembaga Dekati Rekor Saat Pasokan Makin Sulit Mengejar Permintaan
Harga kontrak tembaga di London menutup pekan lalu di dekat level rekor, dan inti ceritanya cukup sederhana: dunia sedang butuh tembaga lebih banyak daripada yang bisa disediakan tambang-tambang saat ini. UBS bahkan menempatkan tembaga sebagai salah satu tema komoditas dengan keyakinan tertinggi mereka, karena permintaannya tumbuh lebih cepat dari kemampuan pasokan baru untuk menyusul.
Dorongan permintaan itu datang dari dua arah yang sama-sama sedang besar. Pertama, elektrifikasi — makin banyak perangkat, kendaraan, dan jaringan listrik yang semuanya butuh kabel dan komponen tembaga. Kedua, gelombang pembangunan pusat data yang juga rakus tembaga. Di sisi lain, menambah pasokan tidak bisa instan: membuka tambang baru butuh waktu bertahun-tahun, jadi produksi sulit langsung menyesuaikan ketika permintaan melonjak.
Yang membuat pasar makin ketat, stok tembaga global sudah turun ke level yang disebut terendah belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagian karena Amerika Serikat dan China menimbun, sehingga pasokan yang tersisa untuk wilayah lain jadi makin tipis. Di sinilah mekanisme harga bekerja: ketika gudang nyaris kosong dan permintaan tetap kuat, gangguan kecil pun bisa mengayunkan harga cukup jauh, sebab tidak ada cadangan untuk meredam kejutan.
Gangguan seperti itulah yang baru saja muncul. Mogok kerja telah dimulai di tambang tembaga Centinela milik Antofagasta di Chile. Centinela bukan tambang kecil: pada 2025 ia memproduksi 240.400 metrik ton tembaga, lebih dari 35% total produksi Antofagasta. Jika mogok berlanjut, produksinya bisa terganggu — dan di pasar yang sudah ketat, pengurangan pasokan dari satu sumber sebesar ini terasa lebih nyaring dari biasanya.
Untuk pemain yang terkait tembaga, UBS menyebut empat nama yang mereka nilai paling diuntungkan oleh kondisi ini: Freeport-McMoRan, First Quantum, Hudbay, dan Teck Resources. Mereka dilihat berada di posisi yang pas ketika permintaan tumbuh secara struktural sementara pasokan sulit merespons cepat. Ada pula proyeksi harga tembaga sebesar $22.050 per ton untuk kuartal kedua 2027 — angka itu adalah perkiraan jangka panjang, bukan kepastian, dan banyak hal bisa berubah sebelum sampai ke sana.
Arah harga tetap belum pasti dan sangat bergantung pada data yang masuk. Dalam jangka pendek, kebijakan tarif dan perdagangan masih jadi sumber ketidakpastian yang bisa menggeser gambaran ke dua arah. Mogok di Centinela juga bisa saja cepat selesai, yang akan melonggarkan tekanan pasokan. Yang perlu diperhatikan pembaca adalah sinyal-sinyalnya: apakah mogok berlanjut atau mereda, bagaimana arah kebijakan dagang, dan apakah stok global mulai terisi lagi atau justru makin menipis. Gambaran besar yang digambarkan banyak pihak adalah pasokan diperkirakan tertinggal dari permintaan untuk beberapa tahun ke depan — tapi itu tetap sebuah perkiraan, bukan jaminan.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
