Taruhan Riset Kripto Bergeser dari Koin ke 'Rel' Aset Tertokenisasi | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Taruhan Riset Kripto Bergeser dari Koin ke 'Rel' Aset Tertokenisasi

Firma riset Citrini Research menggeser fokus analisis kriptonya dari aset kripto tunggal ke infrastruktur blockchain yang menopang aset tertokenisasi. Dalam analisis 8 Oktober, perhatian firma itu tidak lagi pada koin mana yang akan naik, melainkan pada jaringan, bursa, dan perusahaan yang membangun 'rel' tempat aset keuangan versi digital berpindah.

Intinya satu: nilainya ada di jalurnya, bukan di muatannya. Logikanya begini. Sistem keuangan yang ada sekarang digambarkan lambat dan terpecah — banyak perantara dan lapisan kepatuhan, sehingga kepemilikan dicatat di satu tempat sementara pembayarannya diselesaikan di tempat lain. Blockchain dibayangkan sebagai satu buku catatan yang selalu terbuka, tempat aset, bukti kepemilikan, dan penyelesaian transaksi tersambung terus-menerus. Karena semuanya berjalan lewat perangkat lunak, prosesnya bisa dijalankan tanpa antarmuka yang dirancang untuk manusia — termasuk, menurut gagasan ini, oleh 'agen' kecerdasan buatan yang bisa memindahkan dana, membandingkan produk keuangan, dan mengeksekusi transaksi secara otomatis sepanjang waktu.

Yang masuk ke dalam cakupan ini cukup luas: surat utang negara, saham, dan opsi dalam bentuk token, lalu utang yang bisa diprogram, pinjam-meminjam, pembayaran, hingga protokol imbal hasil. Untuk menjajal langsung, firma itu menyebut memasukkan 1.000 dolar AS ke Coinbase Wallet guna menjelajahi aplikasi keuangan on-chain secara langsung — sebuah ilustrasi kecil, bukan ukuran keberhasilan apa pun.

Konteks di Amerika Serikat ikut menopang arah ini, meski masih setengah jalan. Securities and Exchange Commission (SEC) pada 17 September mengeluarkan Innovation Exemption yang bersifat sementara dan bersyarat untuk sejumlah tempat perdagangan berizin yang menangani saham tertokenisasi; kelonggaran itu berlaku selama lima tahun sejak diterbitkan, lalu berakhir. Di sisi lain, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) mencatat usulan kontrak Single Stock Perpetual Futures dari Coinbase masih berstatus 'Approval Pending', dengan tanggal status 18 September 2026 — artinya belum disetujui. Citrini Research juga menyorot Robinhood Chain, yang disebut sebagai platform pertama yang memperluas penggunaan 'Stock Tokens' melampaui satu tempat penerbit saja.

Yang perlu dipegang: ini semua masih tahap uji coba di dalam struktur pasar AS, bukan sesuatu yang sudah mapan. Kelonggaran dari SEC bersifat sementara dan bisa berakhir, produk Coinbase masih menunggu keputusan, dan gagasan soal agen AI yang bertransaksi sendiri baru sebatas skenario. Yang layak diikuti ke depan adalah sinyal konkretnya — apakah izin diperpanjang atau justru dibiarkan kedaluwarsa, apakah produk yang tertunda akhirnya disetujui, dan apakah token saham benar-benar berpindah lintas platform. Arahnya belum pasti dan sangat bergantung pada langkah regulator serta kesiapan infrastrukturnya.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.