Tarik Ulur Selat Hormuz Bikin Pasar Minyak Waspada
Iran menyatakan tidak akan melunakkan tuntutannya dan tetap berpegang pada usulan tujuh hari untuk membuka kembali Selat Hormuz, tepat saat Presiden Donald Trump memberi sinyal campur aduk soal kesediaannya mencapai kesepakatan. Perundingan yang seharusnya meredakan ketegangan justru terlihat mandek, dan itulah inti yang perlu dicermati pekan ini.
Kenapa kabar diplomatik seperti ini penting buat pasar? Karena Selat Hormuz bukan selat biasa. Ia adalah jalur sempit yang dilewati sebagian besar minyak dunia sebelum sampai ke pembeli. Kalau lalu lintas di situ terganggu atau bahkan hanya terancam terganggu, pasokan minyak ke seluruh dunia jadi tanda tanya. Ketika pasokan sesuatu yang dibutuhkan banyak orang terlihat rawan, harganya cenderung gelisah dan mudah bergerak naik. Jadi selama status Hormuz belum jelas, pedagang minyak akan memasukkan 'biaya kekhawatiran' ke dalam harga.
Yang membuat situasi ini belum bisa disimpulkan adalah sikap kedua pihak yang belum bertemu. Iran menutup pintu untuk melunak, sementara sinyal dari Washington masih maju-mundur. Selama keduanya bertahan, ketidakpastian itu sendiri yang menyetir suasana. Kabar bahwa kedua pihak melunak dan mendekati kesepakatan bisa mengendurkan ketegangan; sebaliknya, pernyataan yang makin keras atau tenggat yang terlewat bisa menambah kewaspadaan. Karena itu, arah pasar di sini bergantung pada perkembangan berita, bukan pada tebakan, dan langkah paling masuk akal adalah mengikuti kabar terbarunya dengan kepala dingin.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
