Survei: Mayoritas Bankir Perkirakan Blockchain Jadi Hal Lumrah dalam Dua Tahun
Sebanyak 61,5% responden dari kalangan bank memperkirakan teknologi blockchain akan menjadi hal yang lumrah dalam bisnis mereka dalam dua tahun ke depan, menurut sebuah survei industri bertajuk Onchain Readiness Report yang digarap zerohash bersama Ava Labs. Sebanyak 15,4% lainnya bahkan menyebut teknologi itu sudah menjadi standar di tempat mereka sekarang.
Yang perlu dipahami lebih dulu: angka-angka ini menggambarkan suasana hati industri, bukan ukuran pasti kondisi perbankan. Survei menjaring 162 jawaban daring dari para eksekutif dan operator di bank, pialang, perusahaan pembayaran dan fintech, manajer aset, serta perusahaan asli kripto, yang dikumpulkan pada Agustus dan September 2026.
Kuncinya ada pada cara pengumpulannya. Ini adalah sampel sukarela — hanya mereka yang mau dan tertarik yang ikut mengisi — bukan sampel acak yang dipilih mewakili seluruh industri. Artinya, orang yang memang sudah antusias pada blockchain cenderung lebih rajin menjawab ketimbang yang skeptis, sehingga hasilnya wajar jika terlihat lebih bersemangat dari kenyataan di lapangan. Pengumumannya pun tidak menyebut berapa banyak responden bank yang sebenarnya ikut. Maka angka 61,5% lebih tepat dibaca sebagai arah minat, bukan potret yang bisa digeneralisasi.
Dengan catatan itu, polanya tetap menarik. Dari seluruh peserta, 37,7% menyebut blockchain sudah menjadi standar di bisnis mereka; angkanya lebih tinggi di perusahaan pembayaran (57,9%) dan pialang (45,8%). Untuk 24 bulan ke depan, perhatian mengarah ke pembayaran dan penyelesaian transaksi berbasis stablecoin (37,7%) serta tokenisasi aset dunia nyata (25,3%). Khusus di kalangan bank, tokenisasi jadi prioritas utama bagi 42,3% responden.
Regulasi muncul sebagai dua sisi mata uang. Ketidakpastian aturan dan perizinan jadi penghambat terbesar (38,9%), sementara 68,5% justru menyebut kejelasan regulasi sebagai pendorong paling kuat. Dengan kata lain, hal yang sama — aturan main — bisa menahan atau mempercepat, tergantung apakah ia menjadi jelas. Chief business officer zerohash, Mark Daly, menyebut momentum di kalangan bank "sedang tumbuh cepat".
Satu hal yang sengaja tidak dijawab laporan ini: tidak ada keterangan apakah bank yang disurvei berencana memakai jaringan Avalanche atau membeli token AVAX. Jadi minat terhadap blockchain secara umum belum tentu berarti minat pada satu jaringan atau satu aset tertentu. Bagi pembaca, sinyal yang pantas diambil adalah arah tren jangka menengah, bukan dorongan untuk menyimpulkan satu nama akan diuntungkan.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
