SPY Makin Jauh Meninggalkan RSP, Saham Raksasa Teknologi Jadi Penentu
Kinerja ETF SPY dan RSP makin berjauhan sejak ChatGPT dirilis ke publik, karena investor makin banyak mengalihkan dananya ke saham-saham raksasa teknologi. Kedua ETF ini sama-sama mengikuti indeks S&P 500, tetapi cara menimbang setiap sahamnya berbeda, dan perbedaan itulah yang sekarang menentukan arah.
SPY menimbang saham menurut besarnya nilai perusahaan. Perusahaan yang paling besar mendapat porsi paling besar, jadi ketika saham-saham raksasa teknologi naik, SPY ikut terdorong lebih kuat. RSP membagi porsi secara sama rata untuk setiap perusahaan, sehingga kenaikan satu raksasa tidak terlalu terasa dan RSP lebih mencerminkan kondisi rata-rata perusahaan di dalam indeks.
Dari November 2016 sampai November 2019, keduanya bergerak sangat berdekatan. Ketika pandemi Covid datang, SPY lebih unggul. Lalu saat vaksin Covid disetujui dan ekonomi mulai dibuka kembali, giliran RSP yang lebih unggul. Pola ini masuk akal: ketika ekonomi bergerak lagi, perusahaan di luar kelompok raksasa punya peluang ikut naik, dan porsi sama rata RSP membuatnya ikut terangkat. Setelah ChatGPT dirilis, dana kembali mengalir ke raksasa teknologi dan SPY mulai menjauh lagi.
Arah ke depan belum pasti dan bergantung pada data yang akan datang. Yang perlu diperhatikan adalah apakah saham-saham raksasa teknologi tetap memimpin, dan apakah perusahaan lain di indeks ikut menguat. Jika selisih kinerja kedua ETF mulai menyempit, itu bisa menjadi tanda pasar mulai meluas ke lebih banyak perusahaan. Jika selisihnya terus melebar, dominasi raksasa teknologi masih kuat.
Pelajaran yang bisa dibawa pembaca: ETF tidak hanya soal indeks naik atau turun, tetapi juga bagaimana indeks itu ditimbang. Dua ETF dengan saham yang sama bisa bergerak berbeda karena timbangannya berbeda.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
