S&P 500 Naik 1,2% Sepekan, Mendekati Rekor Meski Imbal Hasil Obligasi Melonjak | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

S&P 500 Naik 1,2% Sepekan, Mendekati Rekor Meski Imbal Hasil Obligasi Melonjak

Indeks saham acuan Amerika, S&P 500, menutup pekan ini dengan kenaikan 1,2% dan kembali merangkak ke dekat rekor tertingginya, meski imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun melonjak pada saat yang sama. Dua hal ini biasanya bergerak berlawanan, dan itulah yang membuat pekan ini menarik untuk dicermati.

Kenapa naiknya yield obligasi biasanya jadi beban buat saham? Yield adalah bunga yang ditawarkan surat utang negara. Ketika yield naik, menyimpan uang di obligasi yang relatif aman jadi lebih menggoda, sehingga sebagian dana bisa berpindah keluar dari saham. Selain itu, bunga yang lebih tinggi membuat biaya pinjaman perusahaan naik dan membuat nilai laba yang baru akan didapat bertahun-tahun ke depan terasa lebih kecil bila dihitung ke hari ini. Karena itu, lonjakan yield lazimnya menekan harga saham. Pekan ini pasar saham justru bertahan dan malah menguat, jadi kenaikan itu terjadi dengan menahan sebuah tekanan, bukan tanpa lawan.

Yang perlu diperhatikan bukan cuma angka indeksnya, tapi siapa yang mengangkatnya. Kenaikan pekan ini makin menyempit: sebagian besar tenaga datang dari kelompok saham pertumbuhan berkapitalisasi besar, terutama tujuh raksasa teknologi dan sektor teknologi secara umum. Artinya, indeks yang terlihat sehat sebenarnya digendong oleh segelintir nama. Ketika kepemimpinan pasar menyempit seperti ini, indeks jadi lebih bergantung pada nasib beberapa saham saja — selama mereka kuat, indeks ikut kuat, tapi bila mereka melemah, penyangganya jadi tipis karena tidak banyak sektor lain yang ikut menopang.

Jadi gambaran pekan ini adalah kombinasi yang tidak sepenuhnya selaras: indeks mendekati rekor, tapi ditopang makin sempit dan sambil melawan yield yang naik. Yang bisa mengubah arah ke depan adalah apakah kenaikan mulai melebar ke lebih banyak sektor, atau justru sebaliknya yield terus naik dan tekanannya akhirnya terasa. Melebarnya partisipasi saham lain biasanya jadi tanda pijakan yang lebih kokoh; sebaliknya, bila hanya nama-nama besar itu yang bergerak, kekuatan indeks patut dibaca dengan lebih hati-hati. Arahnya tetap belum pasti dan sangat bergantung pada data yang masuk berikutnya.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.