S&P 500 Masuk Babak Bull Market yang Lebih Berat
Indeks saham AS, S&P 500, disebut memasuki fase bull market yang lebih menantang meski harga indeksnya sendiri belum mengalami penurunan besar. Yang berubah bukan angka indeksnya, melainkan sumber tenaga yang selama ini menopang kenaikannya.
Kuncinya ada pada satu hal: perkiraan laba perusahaan-perusahaan di dalam indeks naik cukup cepat belakangan ini. Harga sebuah saham selalu diukur relatif terhadap laba yang dihasilkan perusahaannya — makin tinggi harga dibanding laba, makin "mahal" saham itu dinilai. Ketika perkiraan laba naik sementara harga indeks tidak ikut melonjak, ukuran mahal-murah itu, yang biasa disebut valuasi, justru mengempis. Pasar jadi terlihat lebih wajar tanpa harus jatuh lebih dulu.
Di situlah letak tantangannya. Sebagian kenaikan sebelumnya datang dari pasar yang bersedia membayar makin mahal atas laba yang sama. Kalau ruang untuk membayar lebih mahal itu menyempit, beban kenaikan berikutnya berpindah: lebih banyak bergantung pada apakah laba benar-benar terwujud sesuai perkiraan yang sudah dinaikkan, bukan sekadar pada harapan yang membesar.
Arah ke depan masih belum pasti dan sangat bergantung pada data. Yang layak diperhatikan adalah apakah laporan laba perusahaan nantinya benar-benar memenuhi perkiraan yang lebih tinggi itu; kalau meleset, penilaian yang tadinya terasa wajar bisa kembali terasa mahal. Untuk saat ini kondisinya dibaca netral — bukan sinyal jatuh, tapi juga bukan lampu hijau bahwa kenaikan akan berjalan semudah sebelumnya.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
