Setelah CLARITY Act Tersendat di Senat, Lobi Kripto Pindah ke Panggung Pemilu
Kelompok advokasi Stand With Crypto resmi mendukung tiga calon anggota Senat pertamanya pada 30 September, menandai pergeseran taktik dari ruang sidang ke arena pemilu. Langkah ini datang dua pekan setelah CLARITY Act — rancangan aturan yang ingin memperjelas bagaimana aset kripto diawasi — gagal lolos dari sebuah pemungutan suara prosedural di Senat.
Intinya sederhana: ketika mendorong lewat jalur legislasi mentok, perhatian berpindah ke siapa yang akan duduk di kursi Senat berikutnya. Alih-alih terus membujuk anggota yang sudah ada, kelompok ini mulai menaruh taruhan pada calon yang mereka harap lebih ramah terhadap aturan kripto.
Tapi di sinilah bagian yang perlu dibaca pelan-pelan. Mendukung tiga calon bukan berarti otomatis menambah tiga suara untuk RUU itu. Alurnya panjang dan tidak lurus: calon harus menang dulu di daerah pemilihannya, lalu benar-benar hadir saat pemungutan suara, dan bahkan setelah terpilih pun sikap mereka terhadap satu RUU tertentu belum tentu sesuai harapan pendukungnya. Satu dukungan kampanye dan satu suara di lantai Senat adalah dua hal yang berbeda, dipisahkan oleh sebuah pemilu dan banyak kemungkinan di antaranya.
Yang membuat gambaran makin tidak sebanding, ketiga pertarungan itu tidak persis menerjemahkan diri menjadi tiga suara baru untuk CLARITY Act. Jadi meski sentimen di sekitar berita ini cenderung positif bagi pelaku kripto, dampak nyatanya ke nasib RUU tersebut masih jauh dan tidak pasti.
Yang layak diperhatikan ke depan bukan jumlah dukungan, melainkan hasil pemilu itu sendiri dan apakah dukungan ini benar-benar berubah menjadi suara ketika RUU serupa kembali dibawa ke meja. Selama itu belum terjadi, ini baru tahap awal dari upaya yang masih panjang.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
