Serangan Baru di Timur Tengah Kerek Harga Minyak, Saham Ikut Tertekan | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Serangan Baru di Timur Tengah Kerek Harga Minyak, Saham Ikut Tertekan

Awal musim gugur dibuka dengan langkah yang licin di pasar. Serangan yang kembali terjadi di Timur Tengah mendorong harga minyak melonjak, dan kenaikan itu langsung terasa sampai ke pasar saham yang ikut tertekan.

Hubungannya sederhana kalau ditelusuri. Minyak adalah biaya dasar bagi hampir semua kegiatan usaha — dari ongkos angkut barang, produksi pabrik, sampai harga bahan yang dipakai perusahaan sehari-hari. Ketika harga minyak naik cepat, beban biaya itu naik dan menggerus perkiraan laba banyak perusahaan. Di sisi lain, ketegangan yang tiba-tiba memanas juga membuat pelaku pasar lebih berhati-hati; sebagian memilih mengurangi aset yang dianggap berisiko seperti saham sampai gambarannya lebih jelas. Gabungan dua hal itulah yang menyeret harga saham turun saat minyak melompat.

Yang perlu dicatat, arah ke depan belum pasti dan sangat bergantung pada perkembangan di lapangan. Kalau ketegangan mereda, tekanan pada harga minyak bisa ikut mengendur dan beban di pasar saham berkurang. Sebaliknya, bila situasi kembali memburuk, harga minyak berpotensi bergerak lebih jauh dan tekanannya bisa berlanjut. Karena pemicunya adalah peristiwa geopolitik yang bisa berubah cepat, kabar terbaru dari kawasan itu menjadi hal yang paling menentukan ke mana pasar bergerak selanjutnya.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.