Separuh Bank Investasi Danai Pengembangan Repo Tokenisasi, Satu Transaksi Nyata Sudah Berjalan | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Separuh Bank Investasi Danai Pengembangan Repo Tokenisasi, Satu Transaksi Nyata Sudah Berjalan

Setengah dari bank investasi yang disurvei ternyata sudah menyisihkan dana untuk mengembangkan apa yang disebut repo tokenisasi. Angka ini keluar dari survei terhadap para pemimpin di 16 institusi, dan intinya satu: uang besar mulai mengalir ke upaya memindahkan salah satu mesin pembiayaan paling tua di pasar keuangan ke format digital.

Untuk mengerti kenapa ini penting, perlu tahu dulu apa itu repo. Repo adalah cara institusi meminjam uang dalam waktu sangat pendek, sering hanya semalam, dengan menaruh obligasi pemerintah sebagai jaminan. Si peminjam menyerahkan obligasi, menerima uang tunai, lalu keesokan harinya menebus kembali obligasinya. Jaminan yang aman membuat bunga pinjaman kecil, dan itulah sebabnya pasar repo jadi urat nadi likuiditas harian perbankan. Yang dimaksud 'tokenisasi' adalah mengubah jaminan dan prosesnya menjadi catatan digital, sehingga pertukaran uang dan jaminan bisa terjadi lebih cepat dan lebih rapi ketimbang alur administrasi yang berlapis.

Survei itu juga memperlihatkan dari mana dananya datang. Setengah bank investasi mendanainya langsung sebagai pengembangan repo tokenisasi, sementara 20 persen lainnya mengambil dari anggaran inovasi atau transformasi. Sisanya, 30 persen, bersandar pada pendanaan dari sisi treasury dan model berbagi biaya. Perbedaan sumber dana ini kelihatan teknis, tapi menceritakan sesuatu: ini bukan lagi eksperimen di pojok laboratorium, melainkan pos belanja yang sudah masuk hitungan resmi di banyak institusi.

Yang membuat gambaran ini lebih dari sekadar rencana adalah satu contoh yang sudah rampung di Amerika Serikat. Dalam sebuah transaksi repo Treasury antara BNY Mellon dan Citadel, jaminan yang dipakai sudah berbentuk tokenisasi untuk pembiayaan semalam. Citadel menyandarkan pinjamannya pada surat utang Treasury yang sudah ditokenisasi, sementara BNY Mellon menyediakan uang tunainya lewat struktur tri-party, yaitu skema di mana pihak ketiga menengahi agar jaminan dan uang berpindah dengan aman di antara kedua belah pihak. Perlu dicatat bedanya: hasil survei bicara soal pendanaan untuk pengembangan, sedangkan transaksi tadi adalah penggunaan jaminan tokenisasi dalam repo yang benar-benar terjadi.

Arah akhirnya tetap belum pasti. Survei mencakup 16 institusi, jadi ia menangkap niat dan komitmen anggaran, bukan jaminan bahwa teknologi ini akan jadi standar. Yang layak diperhatikan ke depan adalah apakah contoh seperti transaksi BNY Mellon–Citadel bertambah banyak dan berulang, atau tetap jadi kasus tunggal. Selama kabar yang muncul masih berupa transaksi terpisah, ceritanya adalah fase awal; begitu pola pemakaiannya menjadi rutin, barulah ia berubah dari percobaan menjadi kebiasaan pasar.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.