Securitize Bawa Catatan Pemilik Saham ke Blockchain | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Securitize Bawa Catatan Pemilik Saham ke Blockchain

CEO Securitize, Carlos Domingo, mendorong gagasan bahwa catatan kepemilikan saham yang disimpan di blockchain bisa menjawab satu masalah lama perusahaan publik: mereka sering tidak benar-benar tahu siapa saja yang memiliki saham mereka. Securitize, yang baru saja tercatat di Bursa Efek New York dengan kode SECZ, menawarkan blockchain sebagai buku kepemilikan resmi bagi perusahaan publik.

Masalahnya terdengar sepele tapi nyata. Ketika seseorang membeli saham lewat broker, namanya biasanya tidak langsung tercatat di buku perusahaan sebagai pemilik. Di pasar Amerika, saham dipegang secara kolektif melalui sebuah lembaga bernama Depository Trust Company (DTC), lewat rantai kustodian dan broker yang berlapis-lapis. Akibatnya, perusahaan penerbit hanya melihat segelintir institusi besar di daftar pemegang sahamnya, bukan jutaan investor kecil yang sebenarnya memegang potongan bisnis itu.

Inti idenya sederhana: kalau catatan pemilik dikaburkan oleh banyak perantara, hal-hal rutin jadi ikut ribet. Membagikan dividen, menggelar pemungutan suara pemegang saham, atau sekadar berkomunikasi dengan pemilik saham menjadi jauh lebih rumit dari yang seharusnya. Securitize membalik logika ini dengan menjadikan blockchain sebagai buku kepemilikan yang resmi. Sebagai agen transfer yang terdaftar di regulator sekuritas AS (SEC), perusahaan itu memungkinkan penerbit saham memegang kendali langsung atas daftar pemegang sahamnya, karena pemilik tercatat langsung di buku itu tanpa lapisan perantara yang menutupi.

## Dari gagasan ke lantai bursa

Pada 2 Juli 2026, Securitize resmi melantai di Bursa Efek New York dan pada saat yang sama menokenisasi 295 juta dolar AS saham biasa miliknya sendiri di jaringan blockchain Solana dan Avalanche. Menurut klaim perusahaan, itu menjadikannya peristiwa tokenisasi ekuitas terbesar sejauh ini. Struktur token itu memungkinkan perdagangan dan penyelesaian secara onchain 24 jam sehari bagi investor yang memenuhi syarat — sebuah perubahan dibanding jam pasar biasa dan siklus penyelesaian T+1 yang saat ini berlaku untuk saham AS, di mana transaksi baru tuntas satu hari kerja setelahnya.

Langkah ini ditopang kemitraan dengan Computershare yang diumumkan pada April 2026. Computershare adalah agen transfer terbesar di dunia dan melayani sekitar 60% perusahaan dalam indeks S&P 500. Keduanya memperkenalkan Issuer-Sponsored Tokens (IST), yang memungkinkan perusahaan publik AS menokenisasi sahamnya sambil tetap menjaga hak pemegang saham. IST pada dasarnya adalah pembungkus digital atas saham yang sudah ada: pemiliknya tetap mendapat hak suara, pembagian dividen, dan seluruh perlindungan hukum seperti biasa, hanya saja catatan kepemilikannya kini hidup di blockchain, bukan lagi di sistem yang dijaga rantai perantara.

## Masih tahap awal

Seberapa jauh model ini menyebar masih menjadi pertanyaan terbuka. Securitize saat ini mengelola sekitar 4 sampai 5 miliar dolar AS aset yang ditokenisasi. Angka itu tergolong besar untuk perusahaan di bidang ini, tetapi masih sangat kecil dibanding pasar saham AS yang diperkirakan bernilai sekitar 70 triliun dolar AS. Dengan kata lain, ini baru langkah awal, dan arahnya akan bergantung pada seberapa cepat penerbit saham lain ikut mengadopsi dan bagaimana kerangka aturan berkembang.

Bagi investor, pergeseran ke catatan kepemilikan onchain menjanjikan beberapa hal praktis: transparansi lebih baik karena kepemilikan bisa diverifikasi secara langsung, penyelesaian yang lebih cepat sehingga menekan risiko pihak lawan gagal memenuhi kewajiban, serta perpindahan kepemilikan yang lebih mudah bagi investor yang memenuhi syarat. Securitize mengklaim keunggulannya ada pada model terpadu — menggabungkan layanan agen transfer dengan teknologi tokenisasi — sehingga mengendalikan seluruh rantai dari penerbitan, perdagangan, hingga penyelesaian. Apakah gabungan itu cukup untuk menggeser kebiasaan pasar yang sudah berjalan puluhan tahun, waktu yang akan menjawab.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.