Saylor Bayangkan Industri Aset Digital $100 Triliun — dengan Satu Syarat Besar
Michael Saylor melempar angka besar: industri aset digital, menurutnya, bisa tumbuh menjadi $100 triliun — tapi hanya jika aturan mainnya berubah sehingga jutaan orang dan perusahaan punya lebih banyak cara untuk membuat, memindahkan, dan menggunakan aset digital. Ia menuangkannya dalam sebuah esai pada 26 September. Yang perlu dipegang sejak awal: ini adalah pandangannya soal potensi industri, sebuah proyeksi bersyarat — bukan nilai pasar yang terukur, dan bukan ramalan dengan tenggat waktu.
Pasar sendiri menanggapinya adem. Bitcoin bergerak di $83.341 (+0,14%) dan Ether di $2.669 (-0,40%), keduanya nyaris diam. Itu wajar: yang dibicarakan Saylor adalah gagasan kebijakan jangka panjang, bukan kabar yang langsung mengubah harga hari ini.
## Kenapa aturan bisa menggerakkan nilai
Inti gagasannya bukan sekadar harga koin, melainkan soal hak: hak untuk mencipta, menerbitkan, menyimpan sendiri, memindahkan, dan memakai aset digital. Logikanya sederhana kalau dijelaskan pelan. Kalau seorang pemilik aset bebas memindahkan asetnya dari satu penyedia layanan ke penyedia lain, maka para penyedia itu terpaksa bersaing — pada biaya, layanan, dan imbal hasil. Persaingan itu yang, dalam pandangan Saylor, mendorong lahirnya produk keuangan yang lebih berguna, menarik lebih banyak pemakai, lalu membesarkan seluruh industri. Karena itu ia menilai aturan sebaiknya diukur dari apa yang bisa dilakukan pemilik aset setelah aturan berlaku, bukan dari seberapa banyak larangannya.
Dari sudut itu pula ia mengkritik pendekatan yang dinilainya terlalu menekankan pembatasan, sekalipun ia menganggap melindungi industri dari pemerintahan yang tidak bersahabat di masa depan sebagai tujuan yang masuk akal. Cakupannya jauh melampaui bitcoin: ada mata uang digital, sekuritas yang ditokenisasi, pembayaran, hingga layanan keuangan yang bisa dijalankan perangkat lunak.
## Dolar digital, saham digital, dan pembayaran harian
Untuk dolar digital, Saylor ingin produk berbasis dolar terbuka bagi persaingan antara bank, perusahaan teknologi finansial, dan platform teknologi — termasuk bersaing pada yield, agar pelanggan bisa membandingkan imbal hasil, layanan, dan risikonya. Stablecoin yang dipatok ke dolar adalah salah satu bentuk dolar digital, meski produk bisa berbeda struktur dan perlindungannya.
Untuk sekuritas yang ditokenisasi, fokusnya adalah kemampuan pemilik memindahkan aset. Menurutnya, menerbitkan versi digital dari sebuah saham saja belum cukup; yang penting apakah pemiliknya bisa memilih kustodian, memindahkan kepemilikannya, dan membandingkan syarat pembiayaan di pasar yang kompetitif — bukan terkurung di penyedia yang sama.
Di ranah privasi dan pajak, ia mengusulkan ambang pelaporan yang lebih tinggi dan disesuaikan inflasi. Sebagai gambaran, GAO memperkirakan pada 2024 bahwa ambang pelaporan transaksi tunai $10.000 — yang ditetapkan pada 1972 — setara sekitar $72.880 pada 2023 setelah disesuaikan inflasi. Ia juga menyoroti beban pajak pada pembayaran sehari-hari: aturan IRS bisa mewajibkan seseorang menghitung untung atau rugi setiap kali membelanjakan aset digital, sehingga ia mengusulkan pengecualian untuk pembelian biasa yang diindeks ke inflasi. Ditambah lagi usulan agar identitas yang sudah tepercaya bisa dipakai ulang antar penyedia, dengan izin pemiliknya, supaya dokumen yang sama tidak berulang kali dikumpulkan.
Saylor bahkan menengok ke depan, ke agen-agen AI yang ia bayangkan akan meneliti, bernegosiasi, dan berbelanja atas nama orang maupun perusahaan. Perangkat lunak semacam itu, katanya, butuh dompet, pembayaran terprogram, dan aset yang bisa dipindahkan. Sistem pembayaran untuk agen AI memang mulai dikembangkan, tetapi seberapa besar permintaannya kelak masih belum pasti.
## Yang bisa mengubah gambarannya
Di sinilah letak ketidakpastiannya, dan itu bagian dari ceritanya. Angka $100 triliun adalah tujuan, bukan janji. Ia bergantung pada perubahan aturan yang melibatkan banyak lembaga sekaligus — SEC, CFTC, Departemen Keuangan, regulator perbankan, hingga Gedung Putih — dan Saylor sendiri menutup proyeksinya dengan satu syarat: skala sebesar itu butuh jutaan orang dan perusahaan yang mau bereksperimen dengan cara-cara baru mengelola modal. Sinyal yang layak diperhatikan pembaca adalah langkah regulasi yang nyata dan seberapa cepat produk-produk itu benar-benar dipakai orang.
Sebagai pembanding skala, ada proyeksi lain yang menyebut pasar aset digital global bisa mencapai $28 triliun pada 2030 — jauh di bawah angka Saylor, dan itu pun sudah tergolong optimistis. Perbedaan sebesar itu menegaskan bahwa $100 triliun adalah gambaran jangka jauh yang bersyarat, bukan sesuatu yang sudah di depan mata. Arahnya tetap tidak pasti dan akan sangat bergantung pada bagaimana kebijakan dan adopsi berkembang.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
