Satu Pembobolan Rp-triliunan Memutar Balik Seluruh Gambaran Pencurian Kripto 2025 | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Satu Pembobolan Rp-triliunan Memutar Balik Seluruh Gambaran Pencurian Kripto 2025

Perusahaan analitik blockchain TRM Labs memperkirakan pelaku yang terkait dengan Korea Utara telah mencuri sekitar 7,4 miliar dolar AS dalam bentuk aset kripto hingga 29 Oktober, dan satu peristiwa saja yang membentuk hampir seluruh angka itu: pembobolan Binance senilai 6,36 miliar dolar.

Inti ceritanya bukan sekadar besarnya angka, melainkan bagaimana satu insiden bisa memelintir cara kita membaca sepanjang tahun. Secara keseluruhan, kerugian akibat peretasan kripto global tercatat 8,7 miliar dolar hingga tanggal yang sama. Dengan hitungan itu, pencurian yang dikaitkan dengan Korea Utara setara 85 persen dari total. Namun bila insiden Binance dikeluarkan dari perhitungan, porsinya turun menjadi 45 persen. Artinya, satu pembobolan raksasa bisa membuat sebuah pihak tampak mendominasi statistik tahunan, padahal gambarannya jauh lebih berimbang begitu peristiwa tunggal itu disingkirkan. Ini pengingat sederhana saat membaca angka besar: tanyakan dulu apakah totalnya ditopang banyak kejadian atau hanya satu.

TRM mengaitkan pembobolan Binance pada 29 Oktober dengan kelompok bernama TraderTraitor yang terhubung ke Korea Utara, dan menyebut tingkat keyakinannya tinggi. Dana sekitar 6,36 miliar dolar disebut mengalir keluar dari dompet Binance melewati 10 jaringan blockchain, dengan sebagian besar perpindahan terjadi hanya dalam rentang sekitar 20 menit yang dimulai pukul 20.05 UTC. Binance sendiri belum mempublikasikan penyebab utama kejadian.

Untuk memahami kenapa dana bisa berpindah secepat itu, perlu dijelaskan apa yang ditemukan TRM. Menurut mereka, pelaku memakai 50 otorisasi Ethereum yang sudah ditandatangani lebih dulu, dan kemungkinan berhasil masuk ke sistem penandatanganan dompet aktif Binance. Dalam dunia kripto, sebuah transfer baru sah bila ada "tanda tangan" digital yang mengizinkannya, mirip tanda tangan di atas cek. Jika seseorang bisa menyiapkan izin-izin itu lebih dulu, perintah pemindahan tinggal dieksekusi sekaligus dalam hitungan menit tanpa perlu persetujuan baru di tiap langkah. Itulah sebabnya sebuah pembobolan bisa menguras banyak dompet di beberapa jaringan dalam waktu yang sangat singkat.

Sisi yang masih belum pasti pun menjadi bagian dari cerita. TRM menjelaskan bahwa kelompok terkait Korea Utara biasa memakai modus menyamar sebagai perekrut kerja atau investor untuk mengirim perangkat jahat yang disamarkan sebagai tes coding, tetapi TRM tidak menyatakan cara itu sebagai jalan masuk ke Binance. Selain itu, total 7,4 miliar dolar juga mencakup pencurian di Bitget yang belum dipastikan TRM berasal dari Korea Utara; pihak lain disebut masih mungkin menjadi pelakunya. Dengan kata lain, angka besar ini adalah estimasi yang bisa bergeser bila atribusi berubah atau bila Binance akhirnya merilis penyebab resminya.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.