Saham Tokenisasi Melonjak Sembilan Kali Lipat, Jadi Mesin Pemulihan Bursa Kripto Terdesentralisasi
Perdagangan saham versi tokenisasi melonjak sekitar sembilan kali lipat menjadi $50 miliar pada kuartal ketiga, dan lonjakan itulah yang menarik volume perdagangan spot di bursa terdesentralisasi (DEX) naik 13% menjadi $571 miliar setelah empat kuartal berturut-turut menurun. Satu hal yang menonjol dari angka-angka kuartal ini: pemulihan tidak datang dari aset kripto biasa, melainkan dari saham yang dibungkus menjadi token dan diperdagangkan langsung di jaringan blockchain.
Untuk melihat seberapa besar perubahannya, cukup bandingkan porsinya. Saham tokenisasi yang bernilai $50 miliar itu kini mewakili sekitar 9% dari seluruh volume spot DEX, naik tajam dari kira-kira 1% pada kuartal kedua. Artinya, dalam satu kuartal, instrumen yang tadinya hampir tidak diperhitungkan berubah menjadi penggerak utama. Mekanismenya sederhana: ketika satu kategori baru menarik banyak transaksi, ia menambah volume total sekaligus mengubah komposisi pasar — dan di sini saham tokenisasi mengangkat keduanya sekaligus, sehingga seluruh volume spot ikut pulih dari tren turunnya.
Aktivitas di jaringan secara umum juga menguat. Volume transaksi yang disetarakan dengan stablecoin naik 16% menjadi $781 miliar, sementara jumlah alamat aktif bulanan tumbuh 39% menjadi sekitar 73 juta — tanda bahwa lebih banyak pihak yang benar-benar bertransaksi, bukan sekadar nilai yang berpindah di antara segelintir pemain. Total nilai aset dunia nyata (real-world assets) yang ditokenisasi naik 19% menjadi sekitar $39 miliar, sejalan dengan tema saham tokenisasi tadi.
Sisi pinjaman ikut ramai. Simpanan di protokol lending naik 51% menjadi $81 miliar dan pinjaman aktif bertambah 41% menjadi $29 miliar, menunjukkan orang tidak hanya memarkir dana tetapi juga memakainya. Yang menarik justru datang dari pasar derivatif: posisi terbuka (open interest) kontrak perpetual di DEX melonjak 76% menjadi sekitar $24 miliar, padahal volume perdagangannya malah turun 16% menjadi sekitar $1,4 triliun.
Dua angka derivatif itu bergerak ke arah berlawanan, dan itu patut dicermati. Open interest yang naik berarti lebih banyak posisi dibiarkan terbuka, sedangkan volume yang turun berarti lebih sedikit transaksi masuk-keluar. Kombinasi ini bisa berarti pelaku pasar lebih memilih menahan posisi ketimbang sering berdagang. Gambaran keseluruhannya: spot dan lending pulih bersamaan, sementara derivatif memperlihatkan pola yang belum satu arah. Apakah dominasi saham tokenisasi ini berlanjut atau sekadar lonjakan satu kuartal masih harus dibuktikan kuartal berikutnya; porsinya yang bisa naik cepat dari 1% ke 9% juga berarti bisa bergerak cepat ke arah lain, jadi angka kuartal depan layak ditunggu sebelum menyimpulkan ini sebagai tren mapan.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
