Saham Tokenisasi Melonjak Jadi 9% Perdagangan Bursa Kripto Terdesentralisasi | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Saham Tokenisasi Melonjak Jadi 9% Perdagangan Bursa Kripto Terdesentralisasi

Saham tokenisasi — salinan digital saham yang bisa diperdagangkan di jaringan blockchain — melonjak menjadi sekitar 9% dari total perdagangan di bursa kripto terdesentralisasi (DEX) spot pada kuartal ketiga 2026, naik dari hanya 1% satu kuartal sebelumnya. Nilai transaksinya sepanjang kuartal itu membengkak sembilan kali lipat menjadi $50 miliar. Satu hal yang perlu dibaca di balik angka ini: aset yang dulu sekadar coba-coba kini mulai mengambil porsi nyata di pasar kripto.

Perlu dibedakan dua angka yang gampang tertukar. Angka $50 miliar adalah akumulasi nilai jual-beli selama tiga bulan — seberapa ramai pasar, bukan seberapa besar nilainya. Adapun nilai seluruh saham tokenisasi yang beredar tercatat sekitar $3,2 miliar per 30 September, naik 86% dari akhir kuartal kedua. Yang satu mengukur keramaian transaksi, yang lain mengukur nilai pada satu titik waktu; keduanya tidak bisa diadu langsung.

Kenaikan ini terjadi saat seluruh perdagangan DEX spot ikut pulih, naik sekitar 13% dari kuartal kedua menjadi $571 miliar — pertumbuhan kuartalan pertama dalam empat kuartal terakhir. Di dalam kue yang membesar itu, porsi saham tokenisasi melompat dari 1% ke 9%, bertambah sekitar delapan poin persentase.

Peta jaringannya pun bergeser cepat. BNB Chain memimpin dengan perdagangan saham tokenisasi sekitar $16,5 miliar, disusul Robinhood Chain $13,7 miliar dan Solana $6,9 miliar. Base menambah sekitar $1,7 miliar setelah Coinbase meluncurkan saham tokenisasi di jaringan itu pada 24 Agustus. Pergeseran ini mencolok karena pada kuartal kedua Solana sempat menguasai sekitar 97% volume lintas-jaringan, sebelum turun ke peringkat ketiga. Artinya, dominasi di pasar ini belum mengendap — likuiditas mudah berpindah mengikuti jaringan baru dan program insentif, bukan menetap di satu tempat.

Di level masing-masing aset, saham tokenisasi NVIDIA (NVDA) mencatat perdagangan sekitar $3,1 miliar, diikuti SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY) sekitar $2,5 miliar, sementara AMC Entertainment (AMC) dan GameStop (GME) masing-masing sekitar $700 juta. Binance sendiri menjalankan program insentif untuk sebagian saham tokenisasi selama kuartal berjalan, yang bisa ikut menjelaskan tingginya angka transaksi.

Dorongan lain datang dari sisi regulasi. Pada 17 September, SEC mengeluarkan pengecualian sementara dan bersyarat yang mencakup sejumlah Tokenized Securities Venues (TSV) dan penyedia likuiditas. Aturan ini mengizinkan tempat perdagangan yang memenuhi syarat untuk memperdagangkan saham tokenisasi NMS tertentu di lingkungan yang berizin — bukan membuka perdagangan saham tokenisasi di semua DEX. Ketua SEC Paul S. Atkins menyebut langkah itu “would allow TSVs to trade tokenized NMS stock in a permissioned environment today.”

Yang perlu diingat, lompatan dari 1% ke 9% terjadi dari basis yang masih kecil, sebagian ditopang insentif dan izin yang sifatnya sementara serta terbatas. Cepatnya dominasi jaringan berpindah menunjukkan arah ke depan belum pasti dan sangat bergantung pada data kuartal berikutnya: apakah volume bertahan setelah insentif berkurang, bagaimana kelanjutan kerangka aturannya, dan jaringan mana yang mampu menahan likuiditas. Hal-hal itulah yang layak dipantau, bukan sekadar besarnya angka pertumbuhan.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.