Saham Goldman Sachs Turun Sekitar 18%, Valuasinya Kembali Dilirik | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Saham Goldman Sachs Turun Sekitar 18%, Valuasinya Kembali Dilirik

Saham Goldman Sachs sudah turun sekitar 18% dari titik tertingginya, cukup dalam sehingga mulai mendekati apa yang biasa disebut wilayah pasar beruang. Yang menarik, penurunan sebesar itu justru membuat sebagian pihak di pasar kembali melirik sahamnya, bukan menjauh. Alasannya sederhana: ketika harga saham turun sementara laba perusahaan tetap kuat, saham itu jadi terlihat lebih murah dibanding keuntungan yang dihasilkannya. Itulah inti dari apa yang disebut valuasi masuk zona menarik.

Dasar penilaian itu datang dari kinerja kuartal kedua yang tergolong kuat. Laba per saham tercatat 20,98 dolar AS dan pendapatan mencapai 20,3 miliar dolar AS, keduanya melampaui perkiraan. Perusahaan juga menaikkan dividennya menjadi 5 dolar AS per saham, yaitu bagian laba yang dibagikan tunai ke pemegang saham. Kombinasi laba yang melampaui ekspektasi dan dividen yang naik biasanya dibaca pasar sebagai tanda perusahaan masih sehat, meski harga sahamnya sedang tertekan.

Untuk memahami arah ke depan, ada baiknya mengingat dari mana Goldman Sachs mendapat uang. Sebagai bank yang berfokus pada pasar modal, sebagian besar pendapatannya berasal dari komisi dan biaya jasa: membantu perusahaan yang ingin bergabung atau mengakuisisi perusahaan lain (aktivitas merger dan akuisisi), serta membantu perusahaan menghimpun dana lewat penerbitan saham maupun obligasi. Ketika kegiatan seperti ini ramai, pendapatan bank ikut naik. Saat ini ada antrean rencana merger yang tertahan, arus penerbitan yang cukup deras, dan gelombang perusahaan yang membutuhkan dana besar untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) — semuanya berpotensi menjadi sumber transaksi baru yang menguntungkan bank semacam ini.

Meski begitu, arah harga tetap belum pasti. Penurunan 18% itu sendiri menunjukkan pasar masih ragu, dan valuasi yang murah bukan jaminan harga akan segera berbalik naik. Yang perlu dipantau adalah apakah aktivitas merger dan penerbitan benar-benar pulih seperti yang diharapkan; kalau kegiatan pasar modal justru melambat atau kondisi ekonomi memburuk, tekanan pada sahamnya bisa berlanjut. Cerita murahnya valuasi baru terbukti bila didukung pemulihan pendapatan yang nyata pada kuartal-kuartal berikutnya.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.