Saham Gemini Anjlok 80% dari Harga IPO, Spekulasi Akuisisi Menghangat Lagi
Saham platform kripto Gemini kini diperdagangkan sekitar 80% di bawah harga saat perusahaan itu melantai lewat IPO, dan penurunan sedalam itu langsung menghidupkan lagi bisik-bisik soal kemungkinan perusahaan ini diakuisisi. Nilai pasarnya kini menyusut ke kisaran 753 juta dolar AS.
Inti ceritanya sederhana: ketika harga sebuah perusahaan jatuh cukup jauh, ia bisa berubah dari "terlalu mahal" menjadi "terlalu murah untuk dilewatkan" di mata pihak lain. Bagi calon pembeli, hitungannya bukan soal seberapa populer Gemini hari ini, melainkan apa yang bisa mereka warisi kalau membelinya — dan di situlah letak daya tariknya.
Yang membuat Gemini menarik bukan sekadar mereknya, tapi hal-hal yang mahal dan lama kalau harus dibangun sendiri dari nol. Ada lisensi untuk beroperasi, ada infrastruktur kustodi yaitu sistem untuk menyimpan dan mengamankan aset kripto nasabah, dan ada hubungan dengan nasabah yang sudah terjalin. Membangun ketiganya butuh waktu bertahun-tahun dan biaya besar; membeli perusahaan yang sudah punya semuanya bisa jadi jalan pintas. Maka ketika harga saham turun tajam, ongkos untuk mengambil alih semua aset itu ikut terlihat lebih murah, dan spekulasi pun muncul.
Yang perlu ditegaskan, sampai sini semuanya masih sebatas spekulasi, bukan kesepakatan. Turunnya harga saham bisa menandakan pasar sedang menilai perusahaan lebih murah, tapi bisa juga mencerminkan masalah yang membuat calon pembeli justru ragu. Kabar konkret yang akan mengubah gambaran adalah munculnya penawaran resmi atau pernyataan dari pihak yang benar-benar berminat — selama itu belum ada, cerita akuisisi tetap sekadar kemungkinan yang beredar, bukan sesuatu yang sudah terjadi.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
