Saham Bank Sedang Berat, dan Modal Berlebih Jadi Pembeda
Saham-saham bank sedang melewati periode yang berat, dan di tengah tekanan itu seorang analis perbankan large-cap di UBS memilih menyorot satu hal sebagai pembeda: bank yang punya modal berlebih. Ia condong ke sejumlah nama yang kelebihan modalnya paling tebal, dengan alasan bahwa justru di masa sulit cadangan itulah yang menentukan siapa yang bertahan lebih nyaman.
Kenapa modal berlebih jadi penting bisa dijelaskan sederhana. Setiap bank wajib menyimpan sejumlah modal sebagai bantalan kalau ada kerugian. "Modal berlebih" adalah kelebihan di atas batas wajib itu — semacam tabungan cadangan. Semakin tebal cadangannya, semakin leluasa bank menyerap kejutan buruk tanpa terpaksa menahan pinjaman, dan semakin besar ruangnya untuk hal-hal seperti membeli kembali sahamnya sendiri atau menjaga dividen. Saat sentimen ke sektor bank sedang negatif, perbedaan antara bank bermodal tipis dan bermodal tebal itulah yang cenderung diperhatikan investor.
Satu hal lain yang disebut bisa menggerakkan gambaran adalah pemilu sela di Amerika Serikat. Hasil pemilu berpengaruh karena ikut menentukan arah aturan yang mengatur perbankan — seberapa ketat pengawasan, berapa besar modal yang wajib disimpan, dan seberapa longgar bank boleh mengembalikan uang ke pemegang saham. Arahnya belum pasti dan baru akan jelas setelah hasilnya keluar, sehingga ini lebih tepat dibaca sebagai faktor yang perlu dipantau ketimbang sesuatu yang sudah bisa disimpulkan sekarang.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
