Saham Asia Mayoritas Menguat Saat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Mereda
Sebagian besar bursa saham Asia bergerak naik, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS melandai. Pemicunya satu: pasar makin yakin bank sentral AS tidak akan buru-buru menaikkan suku bunga lagi dalam waktu dekat, dan keyakinan itu membuat investor lebih berani memegang aset berisiko seperti saham.
Kaitannya mudah dipahami kalau kita lihat ke mana uang mengalir. Suku bunga acuan adalah harga dasar dari uang. Ketika pelaku pasar memperkirakan bunga akan terus naik, menyimpan dana di obligasi jadi lebih menarik karena imbalannya ikut naik, dan uang cenderung ditarik dari saham. Sebaliknya, begitu ekspektasi kenaikan bunga mereda, daya tarik itu berkurang: tekanan yang selama ini mendorong imbal hasil obligasi naik ikut mengendur, sehingga imbal hasilnya melandai, dan sebagian dana kembali mengalir ke saham. Itulah kenapa dua hal ini bergerak bersamaan — saham menguat sementara imbal hasil turun.
Yang perlu diingat, ini soal perkiraan, bukan kepastian. Selera risiko yang membaik hari ini bertumpu pada anggapan bank sentral akan menahan diri, dan anggapan itu bisa berubah cepat. Data ekonomi berikutnya, terutama yang menyangkut inflasi dan tenaga kerja, bisa menghidupkan lagi kekhawatiran soal kenaikan bunga dan membalik suasananya. Jadi arah selanjutnya akan sangat bergantung pada angka-angka yang keluar, bukan pada kenaikan hari ini.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
