RUU Kripto Kandas di Senat AS, Bola Aturan Kembali ke Tangan Regulator
Rancangan undang-undang yang seharusnya menjadi kerangka federal pertama untuk aset digital di Amerika Serikat kandas di Senat pada hari Selasa. Digital Asset Market Clarity Act kalah tipis dengan hasil 49 berbanding 50, dan tetap jauh dari ambang 60 suara yang dibutuhkan untuk bisa lolos.
Yang membuat kabar ini penting bukan sekadar kegagalannya, melainkan apa yang terjadi setelahnya: aturan untuk kripto tidak ikut hilang bersama RUU tersebut. Dua lembaga pengawas pasar di AS, SEC dan CFTC, disebut akan tetap melaju mengatur aset digital dengan cara mereka masing-masing. Artinya, kejelasan yang diharapkan datang lewat satu undang-undang tunggal justru harus ditunggu lebih lama.
Di sinilah mekanismenya perlu dipahami. RUU itu dirancang untuk menetapkan pembagian tugas yang tegas: siapa mengawasi apa, dan aturan main mana yang berlaku untuk jenis aset yang mana. Ketika kerangka tunggal seperti ini tidak ada, kekosongannya diisi lembaga pengawas lewat penegakan kasus per kasus. Bagi pelaku industri, batasan menjadi lebih sulit ditebak karena arahnya baru terlihat setelah sebuah keputusan atau tindakan diambil, bukan tertulis di depan sebagai pedoman.
Gambaran ini masih bisa berubah. Pemungutan suara yang kalah tipis membuka kemungkinan RUU diajukan lagi dalam bentuk revisi, dan langkah konkret dari kedua regulator ke depan akan menjadi petunjuk seberapa ketat atau longgar ruang gerak yang tersisa. Untuk sekarang, sinyal yang perlu diikuti adalah setiap pernyataan resmi atau aturan baru dari pihak pengawas, karena dari situlah arah kebijakan akan lebih dulu terbaca ketimbang dari proses di parlemen.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
