RUU Kripto CLARITY Act Kandas di Senat, Lummis Tuding Demokrat Jadi Penghambat
Upaya menata aturan main industri kripto di Amerika Serikat kembali tersendat. CLARITY Act, rancangan undang-undang yang diharapkan memberi kerangka hukum lebih jelas bagi aset digital, gagal lolos dalam pemungutan suara di Senat. Senator Cynthia Lummis, yang selama ini vokal mendukung pengaturan kripto, menuding kubu Demokrat sebagai pihak yang menghalangi pengesahan aturan yang lebih tegas soal kejahatan kripto dan tata cara penyimpanan aset.
Inti persoalannya sederhana: pasar butuh kepastian aturan, dan untuk sekarang kepastian itu belum datang. Ketika sebuah aturan jelas menetapkan siapa bertanggung jawab atas apa — bagaimana aset nasabah disimpan, sanksi apa yang menanti pelaku kejahatan — pemain besar seperti institusi keuangan lebih berani masuk karena risiko hukumnya terukur. Sebaliknya, selama aturan masih menggantung, banyak pihak memilih menunggu. Modal besar cenderung ragu menaruh uang di tempat yang batas hukumnya belum tergambar, dan keraguan itulah yang sering membuat harga kripto bergerak lebih liar daripada seharusnya.
Yang perlu dipahami, gagal di satu kali pemungutan suara tidak sama dengan tamat. Rancangan seperti ini biasanya masih bisa direvisi, dinegosiasikan ulang, lalu diajukan kembali. Maka hal yang layak diperhatikan ke depan bukan skor voting hari ini, melainkan apakah ada versi kompromi baru yang muncul dan kapan ia kembali diuji. Selama tarik-ulur politik ini berlangsung tanpa titik temu, ketidakpastian regulasi akan tetap menjadi salah satu faktor yang membayangi sentimen di pasar aset digital — dan sentimen itu bisa berubah ke segala arah begitu ada kabar baru dari Washington.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
