RUU Aturan Pasar Kripto di AS Diperkirakan Gagal Pekan Depan
Rancangan undang-undang yang seharusnya menata aturan main pasar kripto di Amerika Serikat, dikenal sebagai Clarity Act, diperkirakan gagal pekan depan. Dua senator dari Partai Republik menyebut RUU itu sedang menuju kekalahan, dan pemungutan suara yang dijadwalkan pada 15 September tidak akan meloloskannya sekalipun proses itu berjalan. Ganjalannya bukan soal teknis pasar, melainkan aturan etika yang menyangkut keluarga Presiden Trump.
Inti persoalannya sederhana: pasar kripto sudah lama menunggu kejelasan aturan. Selama belum ada undang-undang yang menegaskan siapa mengawasi apa dan batasan mainnya di mana, banyak pelaku pasar memilih menahan diri karena tidak mau salah langkah di wilayah yang abu-abu. RUU seperti Clarity Act adalah salah satu jalan menuju kejelasan itu. Ketika sinyalnya berubah dari 'mungkin lolos' menjadi 'kemungkinan gagal', ketidakpastian yang tadinya mereda kembali naik — dan ketidakpastian itulah yang biasanya membuat sikap pasar menjadi lebih hati-hati.
Yang perlu dicatat, ini baru perkiraan dari sejumlah legislator, bukan hasil akhir. Gambarannya bisa bergeser: hasil pemungutan suara 15 September, apakah pembahasan ditunda atau dijadwal ulang, dan apakah ganjalan soal aturan etika tadi menemukan titik temu, semuanya bisa mengubah arah cerita. Selama itu belum jelas, arah pasar tetap bergantung pada perkembangan berikutnya, bukan pada satu tafsir yang pasti.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
