RUU Aturan Kripto di Senat AS Tersandung, Nasibnya Kini Diperdebatkan
Upaya menata aturan main pasar aset digital di Amerika Serikat tersandung pekan ini. Pada pemungutan suara prosedural 15 September di Senat, RUU bernama CLARITY (Digital Asset Market Clarity Act) gagal melaju setelah tujuh senator dari Partai Demokrat memberikan suara menolak.
Satu hal yang perlu dipahami dulu: suara yang gagal ini bukan pemungutan suara untuk mengesahkan RUU-nya, melainkan tahap sebelumnya. Di Senat AS, sebuah rancangan undang-undang biasanya harus lebih dulu mengumpulkan cukup dukungan hanya untuk *menutup perdebatan* dan maju ke tahap pemungutan suara sesungguhnya. Kalau dukungan di tahap prosedural itu saja tidak terkumpul, prosesnya macet di tempat sebelum sempat masuk ke inti. Itulah yang terjadi di sini. Tujuh suara menolak dari kubu Demokrat cukup untuk menahan langkahnya.
Di sinilah letak cerita yang sebenarnya, dan kenapa gambarannya belum tentu jelas. Senator Lummis, yang selama ini menjadi pengusung utama RUU tersebut, sempat menyatakan bahwa kalau RUU ini gagal di pemungutan suara pertamanya, maka urusannya selesai — tamat. Namun sejumlah pihak Demokrat yang menggagalkannya justru memberi sinyal berbeda: bagi mereka, tersandung di tahap prosedural tidak otomatis berarti RUU-nya mati.
Jadi yang kita punya sekarang adalah dua tafsir yang bertabrakan atas peristiwa yang sama. Yang satu menganggapnya akhir jalan, yang lain menganggapnya sekadar hambatan. Selama tarik-menarik ini belum tuntas, status RUU-nya memang menggantung, dan itulah bagian yang paling jujur untuk disampaikan. Sinyal yang layak diperhatikan ke depan sederhana: apakah muncul upaya membawa RUU ini kembali ke meja pemungutan suara, atau justru para pengusungnya benar-benar berhenti seperti yang sempat diucapkan. Salah satu dari dua itu akan memperjelas ke mana arahnya, dan sampai itu terjadi, kepastian belum ada.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
