Robinhood Terus Dorong SEC Beri Keringanan Aturan untuk Saham Token
Robinhood terus menekan regulator pasar modal Amerika Serikat, SEC, agar memberi pengecualian inovasi untuk perdagangan saham berbentuk token, sebuah upaya yang muncul karena volume transaksinya dinilai bisa menyentuh batas yang sudah dipatok regulator. Hal ini disampaikan Johann Kerbrat, senior vice president kripto Robinhood, dalam Korea Blockchain Week 2026.
Intinya satu: aturan yang ada belum dirancang untuk produk sebaru saham token, dan Robinhood ingin ruang gerak resmi sebelum batasnya tercapai. Saham token pada dasarnya adalah saham biasa yang dibungkus menjadi token digital agar bisa diperdagangkan dengan cara yang lebih fleksibel. Karena bentuknya baru, aktivitas ini berjalan di bawah batasan tertentu yang ditetapkan SEC. Ketika volume perdagangan tumbuh dan mendekati batas itu, pergerakannya bisa terganjal aturan. Pengecualian inovasi yang diminta Robinhood pada dasarnya adalah keringanan agar produk ini tetap bisa beroperasi dan berkembang tanpa langsung terbentur plafon tersebut.
Yang masih menggantung adalah keputusan SEC sendiri. Permintaan semacam ini bukan sesuatu yang otomatis dikabulkan, dan arah kebijakan regulator terhadap aset digital bisa berubah. Sinyal yang perlu diperhatikan ke depan adalah apakah SEC memberi tanggapan resmi atas permintaan ini, serta seberapa jauh batas volume yang jadi persoalan benar-benar tersentuh. Selama belum ada keputusan, status saham token di AS tetap bergantung pada bagaimana regulator menilai keseimbangan antara mendorong inovasi dan menjaga aturan yang berlaku.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
