Risiko Krisis Energi Global Membayangi Pasar Kripto
Pasar kripto berpotensi menghadapi kondisi yang lebih berat seandainya guncangan pasokan minyak terus berlanjut. Tekanannya justru datang dari luar dunia kripto, yaitu dari sisi energi: sebuah unggahan yang beredar di media sosial mengeklaim perang di Iran telah menguras lebih dari satu miliar barel pasokan, sementara gangguan di jalur Teluk Persia disebut terus menekan aliran minyak dunia.
Benang merahnya sebenarnya sederhana. Ketika minyak menjadi langka dan mahal, biaya hampir semua hal ikut naik, mulai dari transportasi, produksi barang, sampai listrik. Kenaikan biaya itu mendorong inflasi, dan inflasi yang tinggi membuat uang terasa lebih mahal untuk dipegang maupun dipinjam. Dalam suasana seperti itu, investor biasanya menarik diri dari aset yang dianggap paling spekulatif lebih dulu, dan kripto kerap masuk kelompok tersebut. Jadi tekanan ke kripto bukan lahir dari kripto itu sendiri, melainkan dari ketegangan di pasar energi yang merembet ke selera risiko secara menyeluruh.
Yang perlu digarisbawahi, kekhawatiran terbesar bukan sekadar pasokan yang hilang hari ini, melainkan kemungkinan gangguan itu terus berlanjut sehingga tekanannya menumpuk dari waktu ke waktu. Di sinilah letak ketidakpastiannya: arah pasar belum bisa dipastikan dan sangat bergantung pada bagaimana situasi energi berkembang. Jika gangguan di Teluk Persia mereda dan aliran minyak kembali normal, alasan utama tekanan ini bisa ikut mengendur. Sebaliknya, bila gangguan justru memburuk, beban terhadap aset berisiko berpotensi bertambah. Perkembangan di jalur pasokan Teluk Persia dan arah harga minyak menjadi hal yang layak terus dipantau sebagai petunjuk awal ke mana angin bertiup.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
