REIT Apartemen Kanada Diperdagangkan 40% di Bawah Nilai Aset, Imbal Hasil 4,9% | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

REIT Apartemen Kanada Diperdagangkan 40% di Bawah Nilai Aset, Imbal Hasil 4,9%

Unit Canadian Apartment Properties REIT, salah satu pemilik apartemen sewa terbesar di Kanada, kini diperdagangkan sekitar 40% di bawah nilai aset bersih (NAV) perusahaan, dengan imbal hasil dividen sekitar 4,9%. Angka diskon sebesar itu adalah inti ceritanya: harga di pasar jauh lebih murah daripada taksiran nilai properti yang dimiliki, dan pasar sedang memberi tahu kita kenapa.

Alasannya berpusat pada satu hal yang sama yang menekan banyak pemilik properti belakangan ini, yaitu bunga yang tinggi. Ketika bunga naik, dua hal terjadi sekaligus. Pertama, biaya meminjam untuk membeli atau merefinansiasi gedung ikut naik, sehingga laba yang tersisa bagi pemilik menipis. Kedua, investor bisa mendapat imbal hasil yang lumayan dari instrumen yang dianggap lebih aman, sehingga mereka menuntut imbal hasil lebih besar juga dari saham properti sebelum mau membeli. Cara pasar menaikkan imbal hasil itu sederhana: harga unit ditekan turun. Dari situlah diskon terhadap NAV melebar.

Di sisi operasional, mesin pendapatan REIT ini sedang berjalan pelan. Pertumbuhan sewa lesu dan pasokan hunian sewa baru di Kanada bertambah, yang membuat pemilik lama sulit menaikkan harga sewa agresif karena penyewa punya lebih banyak pilihan. Ukuran arus kas yang biasa dipakai untuk menilai REIT, yaitu FFO dan AFFO, praktis mandek. Perusahaan diperkirakan membukukan AFFO disetahunkan sekitar C$2,21–2,25 per unit, dengan pertumbuhan yang tipis saja, hanya 1–2% hingga 2027. Inilah yang membuat pasar enggan membayar penuh: nilai asetnya mungkin besar, tetapi pertumbuhannya sedang seret.

Meski begitu, gambarannya tidak rapuh. Rasio utang terhadap nilai aset (LTV) berada di 41%, dan menurut hitungan yang ada masih terkendali bahkan seandainya tingkat kapitalisasi (cap rate) naik 50 basis poin, suatu skenario yang biasanya ikut menekan nilai properti saat bunga tinggi. Dividennya pun didukung oleh pembayaran yang konservatif, sekitar 70% dari AFFO, artinya masih ada bantalan sebelum arus kas benar-benar tertekan.

Yang akan menentukan arah ke depan adalah hal-hal yang belum pasti hari ini. Jika bunga mulai turun, beban pinjaman mereda dan diskon terhadap NAV bisa menyempit; sebaliknya, kalau bunga bertahan tinggi dan pasokan sewa terus bertambah, pertumbuhan sewa yang sudah tipis bisa makin tertekan. Jadi yang perlu diperhatikan pembaca bukan sekadar angka diskon hari ini, melainkan arah bunga, laju pertumbuhan sewa, dan seberapa cepat pasokan baru terserap.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.