Putin Dorong Negara Afrika Pakai Kripto untuk Lepas dari Dolar
Presiden Rusia Vladimir Putin mengajak negara-negara Afrika mulai menyelesaikan transaksi mereka memakai mata uang kripto, sebagai jalan untuk lepas dari ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Dalam pertemuannya dengan para pemimpin kawasan itu, ia menyebut transaksi semacam itu tidak bisa dihentikan, dan mendorong mereka memanfaatkannya seperti yang dilakukan negaranya sendiri yang tengah dikenai sanksi.
Inti ajakannya satu: kedaulatan finansial. Untuk memahami kenapa kripto jadi tawarannya, bayangkan bagaimana uang biasanya berpindah antarnegara. Pembayaran dalam dolar hampir selalu lewat jaringan bank yang pada akhirnya tersambung ke sistem keuangan AS. Jalur itu punya satu titik yang bisa ditutup: kalau sebuah negara terkena sanksi, pembayarannya bisa dihambat di sana. Kripto bekerja berbeda. Ia berpindah langsung dari satu pihak ke pihak lain lewat jaringan terbuka, tanpa harus melewati bank perantara itu, sehingga lebih sulit dihentikan oleh pihak mana pun. Itulah alasan Putin menyebut transaksi seperti ini tak bisa dicegat.
Yang perlu dicatat, ini masih berupa ajakan dan gagasan, bukan kesepakatan yang sudah berjalan. Seberapa jauh dampaknya ke pasar akan bergantung pada apakah negara-negara Afrika benar-benar mengadopsinya, dalam skala seperti apa, dan bagaimana sikap negara lain terhadap aliran dana yang keluar dari jalur dolar. Selama itu belum jelas, kabar ini lebih banyak bicara soal arah jangka panjang ketimbang guncangan harga hari ini — sesuatu yang layak diikuti perkembangannya, bukan disimpulkan terburu-buru.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
