Pria 22 Tahun Mengaku Bersalah, Otak Penipuan Kripto Senilai $245 Juta
Seorang pria berusia 22 tahun bernama Malone Lam mengaku bersalah sebagai otak dari komplotan penipuan kripto yang nilainya mencapai $245 juta. Ia dituduh mencuri 4.100 bitcoin dan memimpin sekelompok pelaku yang mengumpulkan aset digital lewat dua cara sekaligus: tipuan di dunia maya dan perampokan langsung ke rumah korban.
Satu hal yang membuat kasus ini menonjol adalah gabungan dua metode itu. Selama ini pencurian kripto sering dibayangkan sebagai serbuan siber murni, misalnya menjebol dompet digital dari jarak jauh. Di sini pola itu digabung dengan kekerasan fisik. Alasannya sederhana: aset kripto pada dasarnya dikendalikan oleh siapa pun yang memegang kunci atau kata sandinya. Kalau penipuan daring gagal mengorek data itu, mendatangi korban secara langsung menjadi jalan pintas untuk memaksanya menyerahkan akses. Begitu kunci berpindah tangan, dana bisa langsung dipindahkan dan sulit ditarik kembali.
Pengakuan bersalah ini menutup salah satu tahap penting dalam kasusnya, meski hukuman akhir masih menjadi bagian yang belum selesai. Bagi pelaku pasar, catatan seperti ini adalah pengingat bahwa titik paling rawan dalam menyimpan aset digital sering bukan pada teknologinya, melainkan pada bagaimana kunci akses itu dijaga oleh pemiliknya sendiri.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
