Polisi Singapura Usut Kerugian S$3,5 Juta dari Dompet Ledger yang Sudah Dioprek
Polisi Singapura tengah menyelidiki kerugian sekitar S$3,5 juta yang dialami sejumlah pengguna mata uang kripto setelah mereka membeli dompet keras (hardware wallet) merek Ledger yang ternyata sudah dirusak dari penjual lokal. Perangkat-perangkat itu, menurut laporan, disisipi komponen jahat sebelum sampai ke tangan pembeli.
Inti persoalannya sederhana tapi penting dipahami: sebuah dompet keras seharusnya menjaga kunci rahasia pemiliknya tetap tersimpan di dalam perangkat dan tidak pernah keluar ke internet. Itulah alasan orang membelinya. Tapi perlindungan itu hanya berlaku kalau perangkatnya benar-benar bersih sejak pabrik. Begitu seseorang menanam komponen tambahan di dalamnya sebelum dijual, kunci rahasia tadi bisa bocor ke pihak lain tanpa pemiliknya sadar. Setelah kunci itu diketahui orang luar, isi dompet bisa dikuras kapan saja, meski perangkatnya terlihat normal dan si pemilik merasa tidak pernah membagikan apa pun.
Di situ letak pelajaran yang bisa dipakai pembaca untuk kasus serupa di masa depan: yang menentukan aman atau tidaknya sebuah dompet keras bukan cuma mereknya, tapi dari mana ia dibeli dan apakah rantai perjalanannya bisa dipercaya. Perangkat yang dibeli dari penjual pihak ketiga, apalagi yang menawarkan harga miring atau barang "segel sudah terbuka", membuka celah bagi orang untuk mengotak-atiknya lebih dulu.
Sampai penyelidikan polisi rampung, belum jelas seberapa luas peredaran perangkat bermasalah ini dan dari mana komponen jahatnya berasal. Yang jelas, kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan aset kripto tidak berhenti pada memilih alat yang tepat, tapi juga pada memastikan alat itu tiba dalam keadaan utuh dan belum pernah disentuh orang lain.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
