Perusahaan Raksasa Menolak Jadi Saham Token, Tapi Itu Belum Tentu Akhir Ceritanya | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Perusahaan Raksasa Menolak Jadi Saham Token, Tapi Itu Belum Tentu Akhir Ceritanya

Beberapa perusahaan terbesar dunia — termasuk McDonald's, Microsoft, dan Google — menolak sahamnya dicantumkan di bursa perdagangan saham berbasis token yang pertama beroperasi di bawah skema pengecualian inovasi dari regulator pasar modal Amerika Serikat (SEC). Penolakan itu terdengar seperti pukulan bagi ide tersebut, tetapi ada baiknya dibaca lebih pelan: yang muncul lebih mirip kehati-hatian penerbit saham ketimbang penolakan terhadap konsep tokenisasi itu sendiri.

Supaya jelas dulu apa yang sedang dibicarakan. Tokenisasi saham pada dasarnya membuat versi digital dari kepemilikan saham sebuah perusahaan, sehingga bisa diperdagangkan di platform yang lebih baru. Daya tariknya ada pada janji perdagangan yang lebih cepat dan bisa berjalan di luar jam bursa biasa. Tapi di sinilah persoalannya: ketika saham sebuah perusahaan dibuat versi tokennya dan dicatat di bursa baru, perusahaan itu bisa merasa namanya dipakai dalam produk yang tidak mereka rancang, tidak mereka setujui, dan belum jelas tanggung jawab hukumnya.

Karena itu keberatan beberapa nama besar tadi lebih masuk akal dibaca sebagai sikap berjaga-jaga. Bagi perusahaan sebesar itu, kejelasan aturan dan kendali atas bagaimana sahamnya diperlakukan jauh lebih penting daripada menjadi yang pertama mencoba sesuatu yang masih baru. Menolak ikut di tahap awal tidak sama dengan menyatakan idenya salah — lebih ke memilih menunggu sampai kerangkanya lebih matang.

Yang belum pasti justru menarik untuk diikuti. Apakah penerbit saham mau ikut setelah aturan mainnya lebih jelas, atau keberatan ini berkembang jadi tembok yang lebih besar, baru akan terlihat dari langkah regulator berikutnya dan sikap perusahaan-perusahaan lain. Untuk sekarang, penolakan di awal adalah bagian wajar dari sebuah produk pasar yang masih mencari bentuknya, bukan vonis akhir.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.