Perusahaan Minyak AS Bersiap Masuk Lagi ke Ladang Venezuela
Continental Resources, perusahaan minyak milik miliarder Harold Hamm yang dikenal sebagai salah satu pelopor minyak serpih (shale) di Amerika Serikat, dikabarkan akan mengumumkan kesepakatan untuk berinvestasi di Venezuela. Langkah ini muncul saat pemerintahan Trump mendorong perusahaan-perusahaan AS untuk ikut menghidupkan kembali sektor minyak negara tersebut.
Inti ceritanya sederhana: kalau perusahaan besar mulai kembali menanam modal di ladang-ladang Venezuela, ada peluang produksi minyak di sana perlahan naik dari waktu ke waktu. Venezuela punya cadangan minyak yang sangat besar, tetapi produksinya selama ini tertekan karena kurang investasi dan berbagai hambatan. Masuknya modal dan teknologi dari luar adalah salah satu cara pasokan bisa bertambah lagi.
Di sinilah kaitannya dengan harga minyak dunia. Harga minyak pada dasarnya bergerak mengikuti keseimbangan antara berapa banyak yang tersedia dan berapa banyak yang dibutuhkan. Kalau pasokan berpotensi bertambah sementara permintaan tidak ikut naik secepat itu, arah tekanannya cenderung menahan harga. Karena itu kabar seperti ini biasanya dibaca pasar sebagai sinyal tambahan pasokan di masa depan, bukan hari ini.
Yang penting dicatat, ini masih tahap kabar akan diumumkannya sebuah kesepakatan, bukan minyak yang sudah mengalir. Jarak antara menandatangani kesepakatan dan benar-benar menaikkan produksi bisa panjang, dan banyak hal di jalan bisa mengubah gambaran: mulai dari arah kebijakan, kondisi lapangan, sampai seberapa cepat investasi berjalan. Yang layak diperhatikan pembaca adalah apakah kesepakatan ini benar terealisasi dan seberapa nyata dampaknya ke volume produksi, karena di situlah pengaruh sesungguhnya ke pasar minyak akan terlihat.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
