Peretas yang Dikaitkan dengan Korea Utara Disebut Mendominasi Kerugian Hack Kripto 2026
Hampir 89% dari seluruh kerugian akibat peretasan kripto yang dilaporkan sepanjang 2026 dikaitkan dengan peretas yang terhubung dengan Korea Utara, menurut angka yang dirilis Chainalysis pada Oktober. Artinya, dari sekian banyak pencurian aset digital tahun ini, porsi terbesarnya mengarah ke satu sumber yang sama — bukan aksi tersebar dari banyak pihak yang tak saling berhubungan.
Ide yang perlu dipegang dari berita ini sederhana: pencurian kripto makin terlihat bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan menjadi saluran dana bagi sebuah negara yang terkena sanksi. Pyongyang sendiri disebut mengabaikan sanksi internasional yang menyasar sumber pendapatan dan program senjatanya.
Kenapa kripto jadi pilihan? Uang di sistem perbankan biasa gampang dilacak dan dibekukan, karena bank wajib tunduk pada aturan dan sanksi antarnegara. Aset kripto bergerak langsung antar dompet digital lintas negara tanpa harus lewat bank, sehingga dana curian lebih sulit dihentikan begitu berpindah. Di sinilah sanksi yang dirancang untuk sistem perbankan jadi kurang menggigit — dan kenapa data seperti ini layak diperhatikan siapa pun yang menaruh dana di ekosistem kripto.
Angka ini adalah potret dari apa yang sudah dilaporkan sampai Oktober, bukan hitungan final untuk sepanjang tahun. Yang bisa mengubah gambaran ke depan adalah seberapa ketat bursa dan penyedia layanan memperketat keamanan, serta apakah pelacakan dana curian makin efektif. Untuk sekarang, pesan praktisnya tetap pada kewaspadaan: keamanan akun dan pemilihan tempat menyimpan aset jadi hal yang nyata, bukan sekadar wacana.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
