Perdagangan Kripto Iran Tembus $10 Miliar Saat Sanksi AS Menutup Jalur Bank
Perdagangan aset kripto di Iran dilaporkan menyentuh sekitar $10 miliar seiring sanksi Amerika Serikat yang memutus akses negara itu ke jalur perbankan internasional. Angkanya sendiri kalah penting dibanding apa yang ditunjukkannya: ketika pintu bank ditutup, uang mencari pintu lain, dan kali ini pintu itu adalah kripto.
Mekanismenya sederhana kalau dirunut pelan. Bank-bank besar dunia saling terhubung lewat jaringan pembayaran yang sama, dan jaringan itu tunduk pada aturan negara yang menerbitkannya. Begitu satu negara dikenai sanksi, bank di negara lain enggan memproses transaksinya karena takut ikut kena hukuman. Hasilnya, kirim dan terima uang lewat cara biasa jadi macet. Kripto bekerja di luar jaringan bank itu: transaksinya berpindah langsung antarpihak melalui jaringan terbuka, tanpa harus lewat satu bank penjaga gerbang. Itulah kenapa, saat kanal resmi tersumbat, volume perdagangan kripto justru membesar.
Pergeseran ini bukan cerita tentang Iran semata, melainkan tentang bagaimana pembayaran lintas negara sedang berubah bentuk. Setiap kali penegakan sanksi menyasar satu saluran alternatif, arus dana cenderung mencari saluran berikutnya, dan itu yang membuat gambaran ke depan tetap bergerak. Yang perlu diperhatikan adalah seberapa jauh pengawasan diperketat pada kanal-kanal baru ini; jika tekanan bertambah, pola perdagangan bisa berpindah lagi, sama seperti sekarang ia berpindah dari bank ke kripto. Arahnya belum tentu dan sangat bergantung pada langkah regulasi selanjutnya.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
