Perak Tergelincir ke Sekitar $60,50 Saat Imbal Hasil Obligasi AS Naik
Harga perak (XAG/USD) turun ke kisaran $60,50 setelah imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat bergerak naik. Satu hal menjelaskan sebagian besar pergerakan ini: ketika bunga yang ditawarkan surat utang AS meningkat, logam seperti perak jadi kurang menarik untuk dipegang.
Alasannya sederhana. Perak tidak memberi bunga atau kupon apa pun kepada pemiliknya — keuntungan hanya datang kalau harganya naik. Begitu obligasi AS menjanjikan imbal hasil yang lebih besar, memegang perak berarti merelakan bunga yang sebenarnya bisa didapat dari obligasi. Sebagian pelaku pasar lalu menggeser dana ke aset yang membayar bunga, dan tekanan jual pada perak pun bertambah. Pemahaman ini bisa dipakai lagi di berita lain: tiap kali imbal hasil obligasi AS naik tajam, aset yang tak memberi bunga biasanya menghadapi tarikan ke bawah.
Yang perlu diingat, arah berikutnya belum pasti dan sangat bergantung pada data. Naik-turunnya imbal hasil obligasi AS sendiri ditentukan oleh rilis ekonomi dan ekspektasi soal kebijakan suku bunga. Kalau imbal hasil kembali mereda, beban pada perak bisa ikut berkurang; sebaliknya, selama imbal hasil terus merangkak naik, tekanan ini bisa berlanjut. Jadi yang layak dipantau bukan harga peraknya saja, melainkan ke mana imbal hasil obligasi AS bergerak.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
