Perak Tergelincir ke Bawah $66 Setelah Data Kerja AS yang Kuat
Harga perak tergelincir ke bawah level $66 setelah laporan lapangan kerja Amerika Serikat, yang biasa disebut NFP, keluar lebih kuat dari yang diperkirakan pasar. Data itu menghidupkan lagi dugaan bahwa bank sentral AS, The Fed, masih punya alasan untuk menaikkan suku bunga — dan bagi perak, kabar seperti itu cenderung menekan harga.
Inti ceritanya ada di hubungan antara data kerja, suku bunga, dan logam. NFP mengukur berapa banyak pekerjaan baru yang tercipta di AS di luar sektor pertanian. Ketika angkanya kuat, itu dibaca sebagai tanda ekonomi masih panas, sehingga The Fed dianggap punya ruang — bahkan dorongan — untuk membuat biaya pinjaman tetap tinggi atau menaikkannya lagi demi meredam laju harga.
Di sinilah perak ikut kena. Perak tidak memberi bunga atau kupon; dia hanya dipegang. Jadi ketika suku bunga naik dan aset lain menawarkan imbal hasil yang lebih menarik, menyimpan logam yang diam saja jadi terasa lebih mahal secara ongkos kesempatan. Selain itu, prospek suku bunga yang lebih tinggi biasanya menguatkan dolar, dan karena perak dihargai dalam dolar, mata uang yang lebih kuat membuatnya lebih mahal bagi pembeli di luar AS — permintaan pun cenderung mengendur.
Yang perlu diingat, arah selanjutnya belum pasti dan sangat bergantung pada data berikutnya. Satu laporan kerja yang kuat menggeser ekspektasi hari ini, tetapi ekspektasi itu bisa berubah lagi jika data inflasi atau angka ketenagakerjaan berikutnya bercerita hal berbeda. Nada bicara para pejabat The Fed soal suku bunga juga akan jadi hal yang layak diperhatikan, karena itulah yang paling menentukan apakah tekanan pada perak berlanjut atau justru mereda.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
