Perak Tembus $67, Incar $68.33 saat Tekanan Imbal Hasil Mereda
Harga perak (XAGUSD) bergerak naik menembus $67 dan kini mengarah ke level $68.33. Yang menarik dari kenaikan ini bukan angkanya saja, melainkan alasannya: beban-beban yang beberapa waktu terakhir menahan perak satu per satu mulai mengendur.
Yang paling terasa adalah turunnya imbal hasil obligasi. Perak, seperti emas, tidak memberi bunga kepada pemegangnya. Ketika imbal hasil obligasi tinggi, memegang perak terasa "rugi" karena uang yang sama bisa ditaruh di aset yang membayar bunga. Begitu imbal hasil turun, ongkos memegang perak ikut mengecil, dan sebagian dana kembali melirik logam ini. Pola ini bisa Anda pakai lagi di berita lain: setiap kali imbal hasil obligasi turun, aset tanpa bunga cenderung mendapat angin.
Dua hal lain menemani. Harga minyak yang mendingin ikut meredakan kekhawatiran soal tekanan harga secara umum, sementara gelombang aksi jual yang muncul setelah keputusan bank sentral AS (Fed) tampak mulai kehabisan tenaga. Gabungan ketiganya membuat perak punya ruang untuk naik menuju $68.33.
Meski begitu, arah ke depan belum pasti dan sangat bergantung pada data. Gambaran yang sama bisa berbalik jika imbal hasil obligasi kembali naik atau tekanan jual pasca-Fed muncul lagi; sebaliknya, kalau imbal hasil terus melunak, dorongan naik ini punya alasan untuk bertahan. Level $68.33 adalah sasaran yang sedang diincar pasar, bukan angka yang dijamin tercapai — yang perlu dipantau justru apakah tekanan-tekanan tadi benar-benar tetap mereda.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
