Perak Menguat Lagi Setelah Tekanan dari Yield, Dolar, dan Minyak Mereda | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Perak Menguat Lagi Setelah Tekanan dari Yield, Dolar, dan Minyak Mereda

Harga perak (XAGUSD) berbalik menguat setelah tiga tekanan yang selama ini membebaninya sama-sama mereda: imbal hasil obligasi turun, dolar AS melemah, dan harga minyak ikut mundur. Pembeli terlihat bertahan di kisaran $63, dan dari titik itu perak mencoba bangkit kembali.

Satu hal yang perlu dipegang: kenaikan ini lebih banyak soal tekanan yang berkurang, bukan dorongan baru yang datang dari perak itu sendiri. Perak tidak memberi bunga kepada pemiliknya. Jadi ketika imbal hasil obligasi tinggi, memegang perak terasa "mahal" — orang lebih memilih aset yang membayar bunga. Begitu imbal hasil turun, biaya menahan perak ikut mengecil, dan minat untuk memegangnya cenderung membaik. Itulah alasan pergerakan suku bunga begitu menentukan di sini.

Dolar yang melemah bekerja lewat jalur berbeda. Perak dihargai dalam dolar, sehingga saat dolar turun, perak menjadi relatif lebih murah bagi pembeli yang memakai mata uang lain — permintaan pun bisa terangkat. Sementara minyak yang mundur ikut meredakan tekanan harga secara umum, sehingga suasana di pasar komoditas terasa sedikit lebih longgar.

Yang membuat gambaran ini belum pasti adalah faktor yang sama yang tadi menolongnya. Kalau imbal hasil obligasi dan dolar kembali naik, tekanan lama itu bisa datang lagi dan menutup ruang kenaikan perak secepat ia terbuka. Sinyal paling awal yang layak diperhatikan justru bukan dari perak, melainkan dari arah yield dan dolar — di situlah risiko utamanya berada.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.