Perak Bertahan Kokoh di Sekitar $67,60 Jelang Rilis Data Inflasi AS
Harga perak (XAG/USD) bertahan cukup kokoh di sekitar $67,60 saat pasar menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat, yaitu indeks harga produsen (PPI) dan indeks harga konsumen (CPI). Nada perdagangan cenderung positif, tetapi geraknya tertahan karena banyak pelaku pasar memilih menunggu angka itu keluar sebelum mengambil posisi lebih besar.
Inti ceritanya sederhana: perak sedang menahan napas menjelang data yang bisa menggeser nilai dolar. Kenapa data inflasi begitu penting buat logam ini? Perak dihargai dalam dolar AS. Kalau angka PPI dan CPI keluar lebih panas dari perkiraan, itu memberi alasan bagi bank sentral AS untuk menahan suku bunga tetap tinggi lebih lama. Suku bunga yang tinggi cenderung membuat dolar menguat, dan dolar yang lebih kuat biasanya menekan harga perak, karena logam ini jadi terasa lebih mahal bagi pembeli di luar AS. Sebaliknya, kalau inflasi tampak melunak, tekanan pada dolar bisa mengendur dan memberi ruang bagi perak untuk bergerak lebih leluasa.
Itulah kenapa harga saat ini terlihat 'menggantung' di satu titik. Arahnya belum jelas dan sangat bergantung pada data. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana angka PPI dan CPI dibandingkan dengan ekspektasi pasar: kejutan ke atas maupun ke bawah sama-sama bisa memicu gerak, dan reaksi pertama sering datang lewat pergerakan dolar. Selama angkanya belum keluar, wajar jika perak bergerak tipis di kisaran sekarang.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
