Penipuan Kripto 'Pig Butchering' Rp Ratusan Miliar: Ketika Rayuan Berujung Dompet Kosong | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Penipuan Kripto 'Pig Butchering' Rp Ratusan Miliar: Ketika Rayuan Berujung Dompet Kosong

Jaksa federal Amerika Serikat mendakwa seorang warga negara Vietnam, Trung Nguyen Van (37), atas pencucian uang yang terkait penipuan kripto bergaya "pig butchering" — sebuah skema yang menurut penyidik menguras sekitar US$16 juta dari satu korban saja. Inti ceritanya sederhana tapi penting untuk dipahami: penipuan seperti ini tidak dibangun dari janji rumit, melainkan dari kepercayaan yang dipupuk pelan-pelan lalu keuntungan palsu yang dipamerkan di layar — dan justru catatan blockchain-lah yang akhirnya membuat aliran uangnya bisa ditelusuri.

Istilah "pig butchering" — menggemukkan babi sebelum dipotong — menggambarkan polanya dengan gamblang. Pelaku lebih dulu "menggemukkan" korban: mendekati lewat aplikasi kencan, pesan tak dikenal, atau media sosial, sering kali dengan nuansa hubungan romantis. Setelah kepercayaan terbentuk, korban diarahkan ke platform investasi kripto palsu dan diperlihatkan angka keuntungan yang seolah terus tumbuh. Karena yang tampil di layar terlihat untung, korban terdorong menyetor makin banyak — sampai uang yang disetor jauh melampaui yang sanggup ia tanggung.

Dalam kasus ini, berkas pengadilan menyebut korban mentransfer sekitar US$16 juta dalam bentuk kripto antara Juni dan Agustus 2024, karena percaya sedang berinvestasi di sebuah platform bernama "Triangle". Penyidik melacak satu transfer senilai lebih dari US$569.000 langsung ke dompet yang dikendalikan Van. Beberapa hari kemudian, dompet itu menerima enam transfer tambahan dengan total kurang lebih sama, sebelum hampir seluruhnya — sekitar US$568.000 — dipindahkan ke dompet pribadi (self-custody).

Perpindahan terakhir itu bukan detail teknis semata; di situ letak mekanismenya. Blockchain mencatat setiap perpindahan uang secara terbuka, sehingga penyidik bisa mengikuti jejaknya seperti mengurut benang. Karena itulah pelaku buru-buru memindahkan dana ke dompet yang lebih sulit dikaitkan dengan identitas, atau mengalirkannya keluar dari jalur yang bisa ditelusuri, untuk memutus jejak. Pola yang sama, kata otoritas, terjadi jauh melampaui satu korban: antara Februari 2018 dan Desember 2024, dompet-dompet Van diperkirakan menerima US$53,3 juta yang terkait berbagai penipuan menyasar warga AS, dan hampir semuanya kemudian dialirkan keluar dari blockchain yang bisa dilacak. Dakwaan dua pasal itu diajukan di Distrik Barat Missouri dan dibuka pekan ini setelah Van menjalani sidang perdana di Los Angeles.

"Skema pig butchering adalah bentuk penipuan yang makin marak dan makin canggih, yang telah menyebabkan kerugian miliaran dolar bagi korban di seluruh dunia," ujar R. Matthew Price, jaksa AS untuk Distrik Barat Missouri. Agen khusus FBI Chris Ormerod menambahkan bahwa kantor lapangan Kansas City bekerja sama dengan mitra dari sektor swasta untuk membongkar skema tersebut dan mencegah korban baru.

Bagi pasar sendiri, kabar ini hampir tak berpengaruh langsung: Bitcoin bergerak tipis di US$83.980 (-0,13%) dan Ethereum di US$2.690 (+0,57%). Kasus penegakan hukum atas satu individu memang bukan penggerak harga. Nilainya ada pada pelajaran, bukan pada grafik. Perlu dicatat juga bahwa ini masih berupa dakwaan, belum putusan bersalah, sehingga proses hukumnya belum selesai. Yang bisa langsung dipakai pembaca adalah tanda-tandanya: janji keuntungan yang terkesan pasti, dorongan untuk terus menambah setoran, dan platform yang tak dikenal dan sulit diverifikasi — kombinasi itulah yang berulang di hampir setiap kasus semacam ini.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.